Hakikat Hidup
Sekitar satu tahun yang lalu, atau mungkin belum sampai satu tahun, aku chatting dengan seseorang via WhatsApp yang intinya membahas tentang kehidupan. Lalu, kami tiba di suatu chat yang berisi tentang pendapatnya doi tentang aku yang masih kencur. Dalam chatnya dia bilang bahwa intinya aku ini masih terlalu ranum kalau membicarakan soal hidup. Dia pun berceloteh tentang kehidupannya dia yang menurutnya sudah banyak makan asam garam. Tidak ada yang salah diantara kita berdua. Tidak tahu juga ini sebuah kebenaran atau hanya pembenaran belaka. Kita memang nggak bisa menilai diri kita sendiri. Namun, kita sangat mudah menilai orang lain. Dari penilaian bersifat lahiriah yang jelas-jelas kita utarakan baik langsung ataupun tidak, hingga penilaian dengan sekedar mbatin . Misalnya ketika pertama kali ketemu orang pasti kita langsung menilai dia dari penampilannya, dari apa yang dia tampilkan, dari apa yang kita lihat. Padahal juga belum kenalan, belum juga ngobrol, tapi udah berani...