Dunia Ide

Ahmad Rifa'i Rifan dalam bukunya yang berjudul Me+God=Enough menyatakan bahwa "Berpikirlah tentang solusi dan ide-ide, karena pikiran yang besar senantiasa membicarakan ide-ide. Sedangkan pikiran rata-rata orang adalah membicarakan kejadian. Ada pikiran yang lebih buruk lagi, yaitu pikiran yang kerdil, yang hanya bisa membicarakan orang lain". Semoga kutipan itu bukan jadi bahan untuk menilai orang lain tapi jadi bahan evaluasi untuk diri sendiri :D Jujur saja, selama ini kita lebih mudah menilai apa yang ada pada orang lain ketimbang mengoreksi kesalahan sendiri. Lumrah, manusiawi :)

Aku mulai ngeblog sejak kelas 3 SMP, kalo ga salah. Isi blognya hmm curhatan anak ABG banget. Isinya hanya kejadian sehari-hari, peristiwa-peristiwa yang bikin ga enak hati, atau kekesalan sama orang-orang tertentu. Kalo mengacu pada kutipan di atas, berarti waktu itu aku masih termasuk orang yang berpikiran rata-rata dan bahkan kerdil :D Udah gitu, bisa-bisanya aku berharap blogku rame dan aku jadi blogger yang dibayar sama Google. Bener-bener nggak tau diri emang -_-

Hingga setelah betahun-tahun (iya sampe bertahun-tahun banget dari kelas 3 SMP sampe kuliah semester 7 nahloh berapa tahun aja deh tu), aku baru sadar kalo postingan semacam itu nggak ada faedahnya --" Ada sih faedahnya buat diri sendiri doang, kalo orang lain mau baca kayanya mereka ga akan dapet apa-apa karena kalo disuruh baca postingan kaya gitu bikinan orang lain juga paling aku sendiri bakalan males :p

Sekitar sebulan yang lalu aku ketemu akun IG nya Gita Savitri Devi. Lalu aku kepoin juga vlognya dia (searching aja di Google dia tenar kok :D), dan tidak lupa aku bacain blognya http://gitasavitri.blogspot.co.id/. Waaaww :D Luar biasa coy! Mencerahkan sekali. Sangat berfaedah, asli menginspirasi deh ga lebay ini. Jadi, dia itu nggak hanya menceritakan tentang kuliahnya di Jerman dan kehidupannya dia di LN aja, tapi dia juga suka bikin opini-opini yang keren abis gitu. Nah, salah satu yang ngena banget di aku ya cah, tentang transformasinya dia dalam beragama. Gimana ya, dia tu nggak mengintervensi audiensnya, tapi dia tu cuma ngasih lihat sudut pandangnya dia doang yang itu bikin kita para penonton jadi ikutan mikir. 

Lantas, aku pun berpikir bahwa ya kita tu bisa menebarkan manfaat ciee manfaat buat orang lain dengan cara-cara yang sederhana dan bisa kita lakuin. Kaya contohnya aku terinspirasi sama Gitasav, terus aku berinisiatif buat menjadi manusia yang lebih baik lagi. Ya kita kan soalnya nggak tau, hidayah bisa dateng lewat mana aja gitu loh (asekk hidayah). Kali aja dari postingan yang kita unggah, ada orang yang terketuk hatinya buat melakukan kebaikan juga dengan caranya. Kan manfaat tuh kaya gitu :)

Intinya sih aku berharap semoga blogku bisa lebih berfaedah ke depannya :) Juga biar pikiran-pikiranku ini bisa tertuang dengan cara yang lebih elegan dibanding aku ngomong sendiri sambil nyuci piring, masak, motong sayuran, mandi, dan bahkan ngaca. Nggak kok, aku nggak gila cuman butuh ruang untuk speaking :) Niatnya aku mau berbagi pikiran, ide, gagasan, opini, dan hal-hal terkait kehidupan yang aku pahami, insya Allah.. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali