Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Karena Raditya Dika itu Pinter

Nggak tau kenapa aku harus ngomongin Raditya Dika. Selama ini aku selalu berpikir kalau Raditya Dika itu seperti apa yang tertulis di dalam bukunya, seperti apa yang diperankan di filmnya, seperti apa yang diceritain di stand up-nya. Bahwa Raditya Dika itu ya emang beneran pelajar yang bodoh, bahwa emang dia jelek kuntet pendek, bahwa emang nasibnya beneran mengenaskan, bahwa emang cewek-cewek pada nggak mau sama dia, bahwa dia emang nggak tau diri punya tampang pas-pasan nggak ada keren-kerennya tapi seleranya soal cewek tinggi banget. Ternyata enggak sama sekali.  Beberapa hari ini kerjaan aku cuman nontonin Youtube melulu, salah satunya ya channel Youtubenya Raditya Dika. Ngeliatin vlognya sama pacarnya, beberapa stand up-nya, review-reviewnya tentang beberapa barang, dan terlebih setelah aku nonton videonya tentang draw my lifenya dia sama komentar-komentar orang tentang dia baik komentar langsung di bawah videonya maupun dari roasting para comic. Aku baru ngeh pas l...

2017 Bercerita... (bagian 1)

Ada banyak hal-hal menarik yang terjadi sepanjang tahun ini. Beneran deh, banyak banget kejadian berkesan terjadi begitu aja. Nggak direncanakan, nggak diduga, dan nggak disangka bakal terjadi. Seru sih. Hmm, kita mulai dari cerita awal tahun. Kerja Lapangan di Ancol, Ocean Dream Samudra Tepatnya Aku bersyukur banget bisa ketemu tim sesolid tim KL Ancol ini yang beranggotakan Bela, Lutfi, Anggit, dan aku sendiri. Aku masih inget banget gimana kita bisa ketemu dan mutusin buat KL di Ancol. Waktu itu siang-siang, di perpus jurusan. Dari awal masa-masa pemilihan lokasi KL, aku emang udah tertarik untuk KL di Seaworld, Ancol. Alasannya, asik aja. Seru gitu bisa sebulan penuh main-main di Seaworld sampe kenyang. Secara ya, di Indonesia kan cuma Seaworld yang punya aquarium ikan-ikan laut sebesar itu. Jujur inspirasi aku in juga dateng dari laporan kakak tingkat yang KL di sana. Semenjak baca laporan itu, iya udah aku nggak kepikiran lagi buat KL di tempat lain. Lain halnya dengan tem...

Evaluasi Akhir Tahun : Visi Misi 2017

Aku udah mau 22 tahun dan harusnya udah mau lulus kuliah S1. Tapi sampe detik ini aku masih belom bisa nemuin apa yang aku mau. Keinginan kuat, cita-cita luhur, impian mulia, dan sebagainya. Aku masih terombang-ambing dan nggak jelas sih. Kayak aku tuh nggak punya satu keinginan spesifik yang pingin aku kejar dalam hidup aku. Tujuan utama dalam hidup yang bener-bener pingin aku cari dan perjuangan. Satu aja. Satu poin yang bisa mengarahkan seluruh langkah-langkah kecil yang aku ambil. Apa ya? Nggak tau. Sebagai warga neraga Indonesia, kerjaan aku nggak lebih dari sekedar mengisi kemerdekaan. Sebagai mahasiswa ya gini-gini aja. Sebagai anak juga gini-gini aja. Sebagai muslim, apalagi gini-gini aja. Apa ya, aku tu pingin punya cita-cita yang nggak perez. Nggak anget-anget tai ayam. Nggak bullshit. Tapi aku bukan tipikal anak pemikir yang bisa melahirkan pemikiran-pemikiran filosofis dan visioner juga sih. Kalo dipaksain mikir berat-berat, capek juga hehehehe... Well, Februari lalu a...

Postingan Hari Ibu

Oke, jadi berhubung tanggal 22 Desember itu adalah hari ibu jadi aku mau bikin postingan tentang ibu. Alhamdulillah aku punya ibu yang aku manggilnya mamah. Jadi mamah aku ini usianya sekarang udah 45 tahun. Merdeka! Hehe.. ga ya, bencanda. Mamah aku ini orangnya baik banget, meskipun kadang-kadang juga pernah nyebelin. Buat aku, mamah itu adalah sosok temen, guru, sahabat, orang tua, dan akhir-akhir ini di mata aku mamah adalah juga sesosok manusia dewasa yang juga memiliki pandangan serta persepsi terhadap segala sesuatu. Ya secara baru akhir-akhir ini aku rada bisa mikir layaknya orang dewasa, insyaAllah. Mungkin bisa dibilang kali ya, mamah itu orang yang paling deket sama aku dari aku kecil sampe aku gede. Ya secara kita selalu tinggal barengan jadi ya apa-apa barengan, ke mana-mana, ngapa-ngapain, ngobrol juga, cerita, diceritain, curhat, dicurhatin, gitu lah. Sebagai seorang temen, mamah itu orang yang ngajarin aku memainkan berbagai permainan. Dulu aku nggak pinter main bo...

Darurat Upgrading Usaha Perikanan

Gambar
Bermula dari tugas presentasi sebuah mata kuliah, aku sampai pada kebingungan akan perusahaan besar sekelas Sinar Mas, Astra, dan Indofood yang bergerak di bidang perikanan. Tidak bohong aku merasa cupu banget karena rasanya nggak punya referensi dan nggak tau apa-apa dan bertanya, selama ini aku ke mana aja sih? Terus aku kuliah ngapain aja dong? Kepala aku ni aku isi dengan apa coba? Sedikit banget ternyata wawasanku tentang perusahaan terutama yang besar dan bergerak di bidang perikanan, padahal empat tahun aku kuliah di jurusan perikanan.  Karena laut kita luas (Sumber : www.artamina.com) Antara kesel dan gemes, seriusan nih nggak ada? Jadi selama ini anak perikanan pada lari ke manain kok nggak ada yang jadi raja industri sih. Beneran separah dan semiris ini po industri perikanan di negeri sendiri. Beneran mati suri po ga ada gaung-gaungnya. Atau industri ini jalan di tempat makanya ga kelihatan. Aku menelusuri laman-laman web dan kesulitan mencari jejak keberadaan ...

Inspiring People

Ada seorang mahasiswa berprestasi dari UGM tahun berapa ya sepertinya sudah cukup lama tapi kesan yang dia ciptakan benar-benar luar biasa loh. Aku ingat waktu jamannya maba semester satu dan masih rutin kepemanduan, si mbak pemanduku pernah menyebut namanya, Mbak Birul, keren banget katanya. Aku stalking dia dan follow instagramnya. Pernah baca-baca blognya juga. Aku setuju dengan pemanduku, dia keren. Beberapa hari ini mbak Birul ngepost tampilan blog pribadinya di akun instagramnya. Secara otomatis aku kepoin lah blognya lagi. Dan ternyata, makin keren aja ini orang. Secara harfiah, aku megap-megap sih kalo baca CV-nya dia. Edan, bener-bener mapres coy. Dewa banget. IPKnya cumlaude, pengalaman organisasinya nggak ada yang naggung, prestasinya segunung banyaknya, pengalamannya bener-bener gatau lagi mau bilang apa. Sedikit takjub, eh ngga sedikit, tapi banyak. Kok bisa sih ada manusia kaya gini?  Aku kasih link blognya, biar kamu juga bisa kepoin nih  birrulsholikhah.bl...

Tren Cantik Wanita Masa Kini

Beberapa hari ini aku mengamati budaya wanita masa kini untuk menjadi cantik. Dari beberapa chanel Youtube serta blog-blog milik beauty vlogger maupun blogger, ada satu hal menarik tentang bagaimana para wanita ini begitu concern terhadap kecantikan wajah mereka. Kecantikan memang sejak dulu sudah diagung-agungkan. Di setiap zaman dan negara, pasti ada suatu tren kecantikan yang menjadi tolak ukur kecantikan para wanita. Semua benar-benar punya era. Ada zaman di mana cantik adalah memiliki tubuh sekurus model-model catwalk. Ada pula budaya yang mengartikan cantik adalah wanita yang memiliki leher panjang (beneran ada nih kalo ini, di salah satu negara ASEAN; ask google deh). Sejak Korean wave mendunia, sejak saat itu juga Korean skincare mulai menjamur di mana-mana. Salutnya sama mereka, mereka bener-bener bisa all out dalam mengglobalkan budayanya. Bukan hanya dari sisi entertainnya aja, sampai merambah ke kosmetiknya juga dong. Well, kalian pasti udah nggak asing sama operasi pl...

Leleh

Gempa barusan. Zaty sudah tertidur. Lelap sepertinya. Aku sudah menyalakan lampu tidur dan tengah berselimut tatkala hujan turun di sudut gelap mataku *bukan lagi nyayiin lagu sheila on 7* Kamu tau pisau yang matanya ada dua? Itu dia kalo dipake ngiris bisa efisien banget karena dua sisinya sama-sama tajem dan useful. Kamu tau uang logam punya dua sisi? Kayaknya semua uang logam dari berbagai negara di dunia pun demikian. Uang seratus rupiah punya gambar garuda di satu sisinya dan angka seratus dengan burung kakak tua lagi nangkring di sisi sebaliknya. Koin-koin yen juga demikian. Kamu tau ketika aku kumat ngomong nggak jelas juntrungannya gini maksudnya apa? Iya, ada kesedihan yang gabisa aku ungkapin. Sakit, tapi ga berdarah. Aku cuma tau bahwa jantungku berdegup, cukup kencang. Nafasku memburu. Dan air mata meleleh di mukaku. Aku nggak tau kenapa Tuhan menciptakan perasaan sedih. Saat ini, di atas bumi Tokyo aku menggigit ujung kain baju tidurku. Duduk di kursi belajar, me...

We Didn't Know

Harusnya aku udah nulis dari hari Selasa karena udah beberapa minggu ini aku selalu nulis setiap hari Selasa atau Rabu kalau kalian perhatiin. Bulan ini, November, emang rada sesuatu sih karena ya beda dari bulan kemaren. Banyak hal-hal yang di luar rencana gitu dan banyak kejutan sih dan aku suka dong karena ya enak aja gitu.  Akhirnya aku mandi setelah cukup lama berkontemplasi. Kurang lebih setengah jam lah. Menimbang-nimbang, bergumul dengan keraguan, sampe akhirnya oke aku harus mandi.  Bukan lebay atau gimana ya, mandi tuh di sini menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan baik-baik karena berbagai alasan. Nggak kok Jepang nggak susah air. Cuman apa ya, udara yang kering dan dingin, terus tingkat kekotoran badan yang sangat diragukan, dan sebagainya.  Aku pulang ke kamar ini tuh jam setengah sebelas kayaknya, terus berpikir sembari bikin un-faedah ig story gitu. Jadi, kadang kalo aku suka bikin ig story ga jelas dan ga ada faedahnya gitu kadang-kadan...

Sok Sibuk

Aku tidak tahu rasa dinginnya 0 derajat Celcius itu seperti apa. Tadi malam handphone -ku menampilkan angka tersebut dan yang aku rasa hanya hawa hangat dari penghangat ruangan yang kusetel 25 derajat Celcius. Tapi kalau 6 derajat aku tahu rasa dinginnya seperti apa. Beberapa jam yang lalu aku berjalan dari stasiun, sudah berjaket dengan baju hangat di dalamnya tapi masih merasakan hawa dingin di wajahku. Aku pun berpikir, haruskah aku menutupkan kain hijab ke mukaku juga biar tidak diterpa angin. Kalau kamu bertanya bagaimana rasanya dingin, aku akan menjawab dengan jujur rasanya tidak enak. Kamu akan berada pada situasi dilematis dan serba salah. Sungguh, baju hangat yang berlapis-lapis benar membuatmu tampak seperti badut. Kamu jadi gendut dan bantet. Tapi kalau kamu mau tampil kece, kamu bisa membeku. Pun ketika kamu sudah pulang, menyalakan penghangat ruangan sepanjang waktu memang menyenangkan. Tetapi, ketika tagihan listrik itu tiba di lokermu, kamu tidak akan sesenang itu meli...

Tentang Autumn, Internet, dan Makan

Autumn Di sini sekarang magribnya jam 16.36, makin hari makin sore. Makin pendek siangnya, makin panjang malemnya. Jam 5 sore aja tu udah gelap banget udah kaya jam 7 kalo di Indo. Subuh tu jam berapa ya, pokonya jam 6 atau setengah 6 aja tu masi gelap. Dan kelas-kelas di sini mulainya paling pagi itu jam 8.45, gaada yang lebih pagi dari itu. Suhu harian ya 15-16 gitu sih kalo siang. Nanti makin sore turun jadi 12-13 terus makin malem jadi 11, dan kalo malem deket-deket ke pagi gitu bisa 8-9 bahkan 7 derajat Celcius. Cepet laper bawaannya pingin makan melulu. Enak banget makan mie rebus pake telor di kasur sambil nontonin Youtube. Biarpun sedikit risau juga dengan masa depan usus dan kelebaran badan tapi tu gimana ya, nikmatnya bener-bener hakiki dan gabisa dipungkiri lagi.  Tuhkan aku jadi pengen bikin mie rebus (lagi). Udah, dicemplungin ke dalam panci mie-nya. Sebenernya suhunya masih manusiawi belom yang dingin sampek aku menggigil gitu. Soalnya aku masih bisa keluar t...

Ngomongin AIMS

Jadi sebenernya aku ada tugas buat bikin testimoni tentang program AIMS. Nah, kemudian aku buka deh web AIMS-nya Faperta UGM. Lalu, aku jadi KSBB deh wkwkwk Jadi, awal Februari tahun ini secara nggak sengaja aku ketemu temenku yang namanya Nadiyah. Waktu itu hari Senin kalo nggak salah, aku baru keluar perpustakaan, sedangkan Nadiyah lagi duduk cantik di depan perpus gitu. Gile nak rajin ya nongkrongnya di perpus. Akhirnya kita ngobrol, ngobrol, ngobrol, sampek Nadiyah mencetuskan ide untuk ikutan AIMS. Ya aku kopong to nggak tau kalo ada sosialisasi. Orang waktunya barengan sama kuliah. Padahal Nadiyah juga sama-sama nggak ikutan sosialisasi juga sih, tapi dia canggih dia kepoin anak yang ikukan. Waktu itu sebenernya mepet banget sama deadline ngumpulin berkas buat diseleksi gitu. Wah yaudah to, melihat Nadiyah yang sangat bersemangat aku jadi ketularan juga. Hari berikutnya kita tes TOEFL. Agak deg-degan juga sih sebenernya, soalnya terakhir aku ngerjain soal begituan dua tahun y...

Manusia-manusia Baik

BERSYUKUR banget. Selalu dikelilingi orang-orang baik kapan pun dan di mana pun aku berada. Orang-orang yang sayang banget, perhatian banget, dan peduli banget sampe aku sendiri juga mikir, kok bisa ya? Soalnya mereka ini bener-bener banyak banget. Mereka laksana serdadu-serdadu Tuhan yang nggak pernah rela kalo aku sedih, nangis, murung, sendiri. Ya bayangin aja, sodara bukan, keluarga enggak, hubungan darah nggak ada, tapi bisa punya ikatan emosional sedeket keluarga dan sodara gitu. Bayangin kamu bisa mendapatkan afeksi seperti di rumah dengan keluarga inti bahkan saat kamu berada ratusan kilometer dari rumah, jauh dari orang tua, keluarga, sodara. Amazing banget nggak sih? Kebayang nggak, bakal ada orang yang ngasih jatah tempat tidurnya buat kalian terus orang itu malah tidur di lantai. Atau ngasih jaketnya yang fluffy buat ganjel biar kalian bisa bobok senderan tanpa kejeduk-jeduk di kereta ekonomi. Atau jagain kalian yang cewek-cewek dari mas-mas bangs*t yang berpotensi nger...

Meringkuk Seperti Janin

Di kursi belajar . Duduk meringkuk seperti janin . Kedua kaki dilipat di depan dada . Kedua tangan memeluknya . Dagu bertumpu pada lutut , atau menyandarkan kepada pada sandaran kursi . Di kasur . Berbaring miring ke kiri atau ke kanan . Tidur meringkuk seperti janin . Berselimut atau tidak berselimut . Dengan atau tanpa menyalakan penghangat ruangan . Dengan atau tanpa bantal . Di bathup . Bersandar miring ke kiri atau ke kanan . Memaksimalkan ruang . Menggenangkan air hangat . Kepala tenggelam atau tidak tenggelam . Membenamkan atau tidak membenamkan wajah . Di kolam renang . Mengapung atau mengambang , tidak berenang . Meringkuk menahan napas . Membuang napas hemat-hemat . Merasakan air bersentuhan dengan kulit . Hey, ada jutaan molekul H2O . Aku nggak tau ya pada saat janin berada di dalam kandungan, adakah memori yang terekam. Adakah emosi yang terjadi, kalau ini sepertinya ada. Sebab ada deja vu yang terjadi kalau berposisi meringkuk seperti janin. Ada rasa damai yang men...

Selamat Pagi !

Orang Belum tertidur. Habis membaca habis postingan di blog orang dari tahun 2008 sampai 2017. Berapa tahun tuh? Sembilan. Kurang kerjaan? Bukan. Memang beneran menarik. Orang keren yang punya karakter. Ya jadi kenapa enggak... Seperti membaca buku, novel, biografi (?) Dari orang itu masih labil dan alay ala abege SMP, sampai tulisannya punya taste.. Ada prosesnya, ada sembilan tahun dia rajin memperbarui postingan di blognya, ada masa-masa dia melalui harinya dengan sekolah-les-ngerjain PR-ulangan-lulus-nyari sekolah lagi-jadi murid baru-sekolah lagi-ujian lagi-SBMPTN-jadi maba-jadi mahasiswa semester lima yang tugasnya seabrek-dan jadi mahasiswa semester atas kaya sekarang, ada buku-buku dan lagu-lagu yang mengisi hari-harinya, ada keluarga dan orang-orang yang jadi prioritasnya dan selalu mensupportnya. Stalking? Bukan, bukan stalking . Ini namanya belajar dari pengalaman orang lain. Strategi perang. Iya, belajar. Bahwa sekeren apapun sosok yang kita lihat saat ini, ada ribuan h...