Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Cerita Pulang Kerja

Gambar
Di antara lengangnya Jalan Gatot Subroto, ada yang duduk menunggu bus pulang di halte. Manusia lain sabar menunggu ojek online yang ternyata jauh dari posisinya. Di seberang jalan, seorang pengemudi ojek online tengah mensyukuri orderan yang mampir ke handphonenya.  Jalanan sepi bukan karena hari tidak hujan melainkan karena ini musim libur, kata teman. Bukan hanya Jalan Gatot Subroto yang tidak begitu padat, belok kiri ke jalan Rasuna Said lebih lengang lagi. Lancar seperti aliran darah di kanal nadi bayi baru lahir.  Angin menerpa masker penumpang ojek. Angin juga menyusup melalui pori-pori kulit ari, menembus baju tipis tidak berjaket. Ada yang kembung? Ada yang telat makan?  Hamdalah, semangkok bakso datang tepat waktu dibawa kurir yang ingat bilang," Assalamualaikum, sesuai aplikasi ya kak?" Bersyukur, bersyukur, bersyukur.  Menjelma jadi kaum rebahan pada pukul sepuluh malam. Luar biasa. Tidak berdosa karena sepuluh jam lebih sudah jadi buruh korporat. Bawah ma...

Bersyukur

Tidak tau, tidak terhitung ada berapa nikmat kemudahan rejeki anugerah dan keberuntungan nasib baik yang Alah berikan ke aku. Sampai tidak beraturan susunan kata dalam kalimatku. Sampai jarang nulis.  Tidak tau, berapa "Alhamdulillah" yang harus aku bilang. Berapa "Astagfirullah" yang harus aku ucap sebagai pengingat kalau diri ini masih terlalu banyak membawa dosa untuk dilimpahi kebaikan yang begitu banyaknya. MasyaAllah. MasyaAllah baiknya Allah sama hambaNya yang satu ini. Hamba yang solatnya masih suka di akhir-akhir waktu, yang masih mengeja sebaris frasa: berbakti kepada kedua orang tua, yang hatinya masih jauh jauh jauh sekali dari kata baik... Tidak tau, tidak tau seberapa tingginya tingkatan kebaikan Tuhanku yang cuma satu ini. Baiknya nggak pernah nanggung.  Jadi pingin istigfar seribu kali kalo ingat baiknya Dia. Malu sendiri sama jelek dan jahatnya diri sendiri. Aduh... Over baik sih Allah mah nutupin melulu aib-aibnya aku.  Alhamdulillah.. thank you Al...

Marah

Entah mimpi buruk macam apa yang sedang menghampiri, siang bolong seperti tadi waktu aku sedang lihat video bayi manusia di Youtube... tiba-tiba aku dengar suara orang yang kukira lagi orasi. Setelah berpikiran seperti itu, aku lanjut nonton lagi dong dengan santai. Eh tapi tunggu dulu, sepercik logika di otakku bersuara, gimana ceritanya di jalan kecil depan kosanku bisa ada arak-arakan demo sampe ada orang yang lagi orasi. Barulah aku tersadar, dan dengan sigap mengecilkan suara handphone. Berusaha menajamkan telinga barangkali ada satu-dua kata yang bisa aku curi dengar... positif! Itu suara orang marah-marah. Kenapa di lorong depan kamar kosan aku bisa ada orang mengamuk seperti itu. Kok seram? Apa suara yang aku dengar? Nggak jelas duduk perkara yang bisa aku tangkap. Hanya anggota kebun binatang yang berulang kali terlontar. Mencekam. Ribut. Atom-atom di udara mungkin juga ikut terkejut. Seperti aku. Keributan macam apa yang baru terjadi? Apa perkara yang menyebabkan seorang ma...

Diri Kamu 10 Tahun Lagi Ditentukan Oleh Orang yang Mengelilingimu dan Buku yang Kamu Baca

Hamdalah aku dikelilingi orang-orang super baik, ramah, open minded,  pintar, visioner, dan supel banget. Semoga personal update selalu terjadi secara otomatis seiring aku berinteraksi sama mereka. Aammin ya! Buku? Mana nih baca satu buku aja nggak kelar-kelar. Yakin diri kamu versi 10 tahun ke depan bakalan aman-aman aja? Jangan jadi gelas penuh ya. Selalu sisain ruang deh ya, buat ilmu baru. Coba itu ego yang makan banyak tempat agak dipinggirin dulu. Rapihin deh sebentar.

Manusia Butuh Waktu

Manusia butuh waktu untuk bisa beradaptasi sama lingkungannya. Lingkungan baru menuntut manusia untuk belajar lagi. Seperti seruan di ayat pertama yang turun ke bumi, "Iqra". Baca. Andai definisi baca nggak selalu diartikan secara harfiah, karena membaca tidak terbatas hanya membaca buku, membaca kata, mengeja huruf. Lebih. Membaca punya arti lebih luas dari itu. Membaca lingkungan, membaca sekitar, membaca situasi. Ini tiga setengah bulanku di tempat belajar yang baru. Aku punya tanggung jawab untuk membawa badanku berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain untuk terus belajar. Ada fase-fase yang alhamdulillah sudah berhasil dilewati. Lega deh. Tapi masih banyak rupanya level baru yang harus di unlocked . Seru ya? Aku bersyukur deh jadi manusia yang bisa ngalamin beragam hal. Semesta juga selalu baik menyokong kehidupan penghuninya. Terima kasih ya, semesta!

Serdadu Semesta

Jadi, kebaikan apa aja yang hari ini udah ditabung? Di samping itu, keitung nggak sih ada berapa hal baik yang udah menghampiri? Disadari atau enggak disadari. Pusing nggak tuh ngitunginnya? Anyway, ada hal tentang oksigen yang berseliweran di pikiran aku. Oksigen ini kan krusial ya buat makhuk hidup. Buat metabolisme, buat menghasilkan energi, buat hidup. Kebayang ngga sih beratnya tanggung jawab yang harus dipikul sama elemen semesta yang tugasnya menghasilkan oksigen? Daun, pohon, mereka pernah jiper nggak ya? Mereka pernah ragu nggak ya? Mikir gini: "Bisa nih emang aku mengemban tugas ngasih napas sejagad raya?" "Beneran nggak ada kendala nih fotosintesis?" "Ini klorofil segini emangnya cukup?" "Karbon dioksida segini, uap air segini, beneran bisa jalan nih anabolisme?" Kerja terus mereka, mungkin saking sibuknya kerja jadi ga pernah wondering gitu. Hebat banget sumpah, alur proses sepanjang itu, dari perpindahan elektron, atom, u...

Game of Kebaikan

Main games yuk! Ini semacam kompetisi. Melakukan kebaikan untuk mendapat kebaikan. Boleh juga dibilang games tebar tuai. Tebar kebaikan untuk tuai kebaikan.Yang perlu digaris bawahi: kebaikan punya banyak wujud.  Jangan naif. Harus kreatif, harus fleksibel. Jangan kaku. Siapa sih yang nggak mau hidupnya diselimuti kebaikan? Siapa yang tidak ingin dihujani hal-hal baik? Yuk! Mulai.

Ngomongin Semesta

Di laut ada gelombang. Ada perbedaan tekanan air yang menyebabkan perpindahan massa air laut. Ada arus yang arahnya dilawan oleh ikan-ikan yang berenang. Hebat ya mereka, mengeluarkan energi dan menggerakkan otot demi menjalankan hidup. Bahkan seaweed, sea grass, dan coral yang kelihatannya diam pun sedang bertahan supaya tidak ditumbangkan oleh arus air. Keren deh mereka. Di pantai, air laut yang mengandung gelombang itu juga mengikis daratan. Abrasi nama peristiwanya. Alam semesta selalu bekerja. Mereka kapan sih liburnya? Ada nggak sih satu pun elemen semesta yang mangkir dari tugasnya? Ada nggak sih di antara mereka yang mengeluhkan tugasnya? Ada yang ingin lari dari tanggung jawabnya? Ada yang ingin bersembunyi? Pernah dengar pohon mangrove yang mengeluh karena capek terus-terusan digempur ombak demi melindungi pantai? Atau angin yang bosan berhembus. Ketika dua titik memiliki perbedaan tekanan udara, di situlah terjadinya angin. Dia harus terjadi, udara itu harus berpindah. Dia h...

Memories of The Alhambra: Kesan

Akhirnya berhasil juga nyelesain drama ini. Setelah melewati tahapan ngeri sendiri gara-gara di episode awal-awal ceritanya cukup absurd walaupun menarik. Ditambah lagi segala ada kemunculan Dr. Cha yang kok muncul lagi muncul lagi terus padahal udah mati. Mana dia datengin Yoo Jin-Woo nya serem begitu berdarah-darah, pucet, bawa-bawa pedang, penuh dendam. Hih, aku berhenti nonton ada kali sehari dua hari. Tapi mau pindah ke drama lain juga bingung mau nonton apa, dan lagi penasaran jadinya kalo ngga diselesain. Boleh kubilang ini 75% tentang game, 15% tentang real life, dan hanya 10% unsur romansanya. Cukup berbeda dari drama-drama korea yang biasanya populer. Harus kuakui gamenya keren, keren banget bahkan. Segitu nyata dan real nya. Tapi mah serem uy. Udah mana dia berantem-berantem, bunuh-bunuhan, capek lah kalo buat orang yang ga betah liat kekerasan dan darah. Bisa stress malahan alih-alih terhibur. Wkwk. Tapi pinternya Korea tu dia bisa aja ngasih kesan ke penonton tentang keb...

Dia yang Nilainya Lebih dari Sekedar Piranti

Pasti gara-gara serial Are You Human aku jadi punya pikiran tentang ini. Menilai sesuatu, terutama benda, bukan dari harga bahkan fitur-fitur canggih yang bisa dia berikan melainkan dari seberapa bisa benda itu memberikan manfaat buat kita. Aku mau cerita tentang handphone ini. Yang sedang aku pakai buat ngetik postingan ini. Dia, ah fix gara-gara serial tentang robot AI itu aku jadi ikutan memanusiakan hapeku ishh. Aku beli handphone ini dua tahun yang lalu. Setelah aku bertahan dengan hape Oppo-ku selama dua tahun lebih, dua tahun tiga bulan mungkin. Wait, aku juga udah pake hape ini selama dua tahun tiga bulan. Wah, bingo! Oke.. fokus fokus. Aku beli handphone ini bulan Maret tahun 2017. Aku sendiri yang beli, dateng ke konternya, nyari-nyari infonya sendiri. Isshh, pokonya sendirian. Aku pergi ke Jogjatronik, tapi ga dapet apa-apa. Lalu aku pergi ke.. aku lupa nama tokonya, pokoknya di jalan ke bandara, kiri jalan.. ada KFC nya. Di situ, tanpa babibu... kubeli tunai. Bahkan kerdu...

Viu vs Drakor.id+ Buat Nonton Drakor Bagusan Mana?

Kalo aku nonton ulang, bodoh nggak sih aku? Baru aja aku selesain 16 episode What's Wrong with Secretary Kim yang durasi satu episodenya sekitar satu jam. Well, 16 jam lebih sudah aku investasikan waktuku buat nonton sesuatu yang worthy wkwkwk. Itu drama korea udah lama sih ya padahal, dari pertengahan tahun lalu. Aku bersyukur ga sengaja nemuin di Youtube. Bersyukur lagi aku inget ada aplikasi namanya Viu buat nonton film dan serial Asia. Viu enak sih dipake, tapi iklannya suka gabisa d skip hahaha. Terus kesel kalo aku nonton malem-malem dan iklannya film horor wkwkwk. Mana bisa sampe 20 detik pula. Selain itu, aku gapaham.. apa cuma di hapeku aja atau gimana.. Aku cukup struggle sih sebenernya nonton drakor pake Viu. Jadi, dia tu suka lemot gitu appnya. Suka macet-macet gitu videonya. Ini terjadi manakala sinyalku jelek, kuota internetku mau habis, dan ketika aku nontonnya sambil ngecharge. Aneh. Kupikir, ah wajar mungkin karena aku pakai provider yang sinyalnya emang agak busu...

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Mumpung masih hangat di dalam ingatan. Sepertinya, tanggal 11 Mei yang lalu aku applied pekerjaan di Astra Virtue. Aku melamar posisi MT baik untuk Astra International (AI) maupun Toyota Astra Finance (TAF). Pada tanggal 14 Mei aku dapat SMS untuk mengikui tes psikotes dari TAF di ECC UGM, Kotabaru. Waktu tesnya pukul 8.00 pagi dan peserta diminta membawa CV beserta alat tulis. Tes psikotes berlangsung selama kurang lebih 3 jam terbagi menjadi 4 sesi. Sesi pertama adalah tes Verbal, Numerik, dan Spasial (VNS). Soal numeriknya berupa aritmetika sederhana, kalau verbalnya itu milih 2 kata yang berhubungan dari 5 pilihan, sedangkan spasialnya itu memilih 2 pola gambar yang berkaitan dengan gambar di soal. Sebenernya masih ada satu macam lagi di sesi ini, tapi aku lupa. Sesi kedua diisi dengan tes Pauli atau koran. Aku ga perhatiin sih durasi waktunya berapa lama. Kalau aku sih, ga sampai habis tuh 1 lembar aja, apalagi sampai minta nambah kertas lagi. Anw, beberapa orang ada loh yg sam...

Mendaftar MEXT Scholarship

Apa itu MEXT Scholarship? Itu adalah beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Jepang buat belajar di Jepang. Ada kok infonya di sini . Hehe, baca sendiri ya.. kan pintar. Tahun ini pendaftarannya dibuka pada tanggal 16 April dan ditutup pada tanggal 6 Mei. Aku lagi nggak nulis artikel tips & trik sukses lolos beasiswa MEXT kok, aku cuma mau berbagi pengalamanku aja barangkali ada yang butuh informasi lebih dari sekedar persyaratan administrasi. ☺ Mari mulai. Aku mulai tertarik untuk mendaftar MEXT sejak tahun 2018, mungkin di setengah tahun akhir. Setelah membaca syarat-syarat yang diperlukan, langkah pertama yang ku lakukan adalah memilih calon kampus. Nah, pada tahap ini aku benar-benar memilah dan memilih informasi dari website berbagai unversitas sampai juling sendiri (ga deng, ga sampe juling hehe). Akhirnya terpilihlah dua kandidat yaitu Nagoya University dan Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT). Alasan pertama, dua kampus itu menawarkan program studi...