Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Budayakan Malu Terlambat, Yuk!

Sore ini aku ada agenda rapat untuk acara PRPN. Tapi karena keasyikan ngerjain yang lain jadi lupa waktu. Alhasil ketika jam menunjukkan angka 15.50 padahal rapat mulai pukul 16.00 aku langsung mandi dan segera berangkat ke lokasi. Dan sampe di depan audit itu orang-orang udah pada duduk bersila aja. Duhh malunye jadi nggak enak. Untung belom lama jadi belom ada bahasan inti. Berarti belom telat-telat amat. Yaa emang salah sih kalo mau nyalahin kultur. Kalo mau alasan macet juga klise banget. Apalagi alasan ketiduran lah, nganterin ini lah, itu lah, duhh kalo udah telat udah lah telat aja. Nggak usah ngeles. Telat sendiri aja udah salah. Dengan ngeles tuh nggak akan merubah keadaan. Yaudah sih, minta maaf aja sudah.  Indonesia memang terkenal banget dengan jam karetnya. Janjian jam delapan, datengnya jam sembilan. Agenda rapat jam dua belas, baru mulai kalo udah jam dua. Acara niatnya mulai jam delapan eh molor setengah sembilan baru mulai. Duhh, susah deh.  Kalo ...

PPSMB? Disyukuri aja lah yaa

Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) adalah serangkaian acara yang diselanggarakan oleh UGM sebagai sarana masa transisi dan adaptasi bagi mahasiswa baru sebelum memulai perkuliahan. Meskipun ada beberapa di antara para maba yang sebelumnya telah menjadi mahasiswa tapi mungkin kurang puas dengan jurusannya sehingga ikut tes lagi dan kembali mengulangi masa-masa PPSMB, namun sebagian besar adalah para fresh graduate dari SMA/SMK/MA. Sehingga mereka masih nol besar tentang dunia perkuliahan. Maka dari itu mereka perlu dipantik terlebih dahulu dengan PPSMB supaya tidak terlalu kaget dengan dunia kuliah dan memiliki gambaran tentang kampus dan dunia kampus sehingga para maba ini mampu menjadi pembelajar yang sukses sesuai hakikat PPSMB. PPSMB di UGM terdiri atas tiga macam yaitu tingkat universitas, tingkat fakultas, dan tingkat jurusan. Mari kita kupas satu persatu. 1. PPSMB tingkat universitas Sebutan untuk PPSMB jenis ini di UGM adalah Palapa. Hal ini dii...

Co-fas Palapa

Co-fas atau co-fasilitator adalah salah satu divisi dalam kepanitiaan PPSMB Palapa UGM. Istilah lain untuk co-fas adalah pemandu. Hal ini karena tugas seorang co-fas adalah memandu dan mendampingi adik-adik maba selama PPSMB Palapa berlangsung. Dua atau tiga orang co-fas akan memandu kurang lebih tiga puluh orang maba. Dibanding divisi lain, co-fas memiliki jumlah anggota yang paling banyak. Mengingat jumlah maba UGM setiap tahunnya selalu mencapai angka ribuan, maka tentu saja diperlukan co-fas yang banyak juga. Untuk tahun 2015 ini saja ada 400 co-fas. Untuk menjadi co-fas ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Pertama, tentu saja mendaftar, kemudian wawancara, setelah itu akan diumumkan nama-nama yang lolos seleksi wawancara. Berdasarkan informasi, pada tahun 2015 ada 700 orang yang mendaftar menjadi co-fas dari total 1400 orang pendaftar panitia PPSMB Palapa. Adapun yang diterima menjadi co-fas berjumlah 400 orang. Panitia-panitia yang lolos ini akan dikumpulkan untuk mel...

PPSMB Palapa UGM 2015

PPSMB artinya adalah Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru UGM. Sementara Palapa sendiri diilhami dari sumpah Palapa yang dilakukan oleh Patih Gadjah Mada pada zaman Majapahit dahulu. Kalau istilah konvesionalnya PPSMB itu yaa ospek. Tapi kalau dengar kata ospek kampus kan bayangan kita seringkali negatif, terkait dengan gaya feodal dan konvensional yang lebih menjurus pada pembodohan. Yang terlintas di kepala kita bila mendengar kata ospek adalah senioritas, penugasan yang tidak manusiawi, bullying, teriakan, bentakan, semena-mena, pokoknya adaah penyiksaan mental. Itu memang pernah terjadi, dulu. Bahkan, saat ini pun masih sering ditemukan bekas-bekas peninggalannya. Terlebih sebentar lagi kita akan memasuki tahun ajaran baru dalam dunia akademik. Baik itu SD, SMP, SMA, hingga kuliah. Setelah Idul Fitri, dibukalah lembaran semester baru. Termasuk, masa-masa penerimaan mahasiswa baru. Namun, cara konvensional tidak dipakai oleh UGM. UGM mennggantinya dengan PPSMB. Di sin...

Beda Sekolah dengan Kuliah

Tulisan ini aku dedikasikan untuk temen-temen yang baru saja lulus SMA/SMK/MA dan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah. Perlu temen-temen ketahui bahwa sekolah dengan kuliah itu nggak sama. Ada perbedaan-perbedaan mendasar tentunya. Berikut ini aku mencoba menyebutkan apa saja perbedaannya berdasarkan pengalaman dan informasi yang aku dapakan selama setahun ini. 1. Sekolah pakai seragam, kuliah enggak Mungin ini menjadi perbedaan yang paling mencolok. Di Indonesia, mayoritas sekolah dari TK sampai SMA mewajibkan siswa untuk memakai seragam. Kalau di luar negere atau sekolah-sekolah tertentu di tanah air mungkin nggak memberlakukan aturan ini. Tapi, mayoritas sekolah di negara kita mewajibkan anak sekolah untuk memakai seragam. Yah, mungkin tujuannya biar rapi dan enak dilihat. Tujuan lainnya supaya tidak terjadi kesenjangan sosial. Karena bisa saja nanti kalau anak sekolah dibebasin pakai baju seenaknya nanti bakal keliatan banget mana anak orang kaya yang bajunya gonta...

Junk Reading

Apa yang terlintas di pikiran teman-teman ketika mendengar kata junk ? Apakah yang terlintas adalah laman junk pada email di mana pesan masuk bukannya ke inbox tapi malah ke laman junk? Ataukah terpikir pada junk food? Makanan-makanan siap saji yang sarat lemak dan minim nutrisi. Atau teman-teman teringat tumpukan sampah di sudut kamar? Junk bisa diartikan barang-barang rongsokan. Itu artinya junk bisa disamakan dengan sampah bukan? Lalu ada kata reading yang artinya membaca. Lantas apa itu junk reading? Apakah kita membaca sampah? Kemudian tergambar adegan teman-teman mengaduk-aduk tumpukan sampah mencari bahan bacaan. Bukan, bukan, bukan seperti itu juga kok. Saya mengenal kata junk reading dari mantan guru les bahasa Inggris saya beberapa waktu yang lalu. Selama sebulan saya sempat mengikuti les bahasa Inggris untuk TOEFL Preparation. Dalam TOEFL, kemampuan bahasa Inggris yang diujikan adalah Listening, Structure, dan Reading. Sebenarnya, guru hanya bisa membantu siswa dala...

Masih Ada Langit Di Atas Langit

Di atas langit selalu masih ada langit. Entah ada berapa langit yang diciptakan Tuhan untuk menyelimuti semsesta ini. Manusia tidak akan menjadi yang terhebat Selalu saja ada yang lebih hebat. Kebanggaan, kesombongan, dan perasaan hebat hanyalah tipuan. Inilah yang saya rasakan akhir-akhir ini. Waktu bergulir begitu cepat. Kesibukan demi kesibukan terlewat begitu singkat. Banyak hal yang saya alami akhir-akhir ini. Harus diakui kemampuan saya meningkat dan diri saya kian berkembang. Saya senang atas segala kemjuan ini. Namun, di sisi lain muncul sebersit rasa bangga yang cenderung mengarah ke sombong di salah satu sudut hati. Saya merasa hebat! Bila saya tidak segera menyadarinya, ini bisa menjadi bumerang yang akan balik menyerang saya. Kemajuan yang telah saya capai akan kandas sia-sia karena termakan kesombongan. Ya, sombong bisa melenakan. Sombong bisa menghambat  kemajuan berikutnya.  Saya disadarkan oleh instagram salah satu teman saya yang hobi fotografi. M...