Darah Juang

"Di sini negeri kami, tempat padi terhampar,
Samuderanya kaya raya, tanah kami subur tuan,
Di negeri permai ini, berjuta rakyat bersimbah luka,
Anak kurus tak sekolah, pemuda desa tak kerja,

Mereka dirampas haknya, tergusur dan lapar,
Bunda relakan darah juang kami,
Untuk membebaskan rakyat."

Itu adalah lagu Darah Juang, lagu yang sakral bagi kamu yang masih mengaku sebagai mahasiswa, kaum terpelajar. Lagu yang akrab di telinga pada event-event PPSMB. Lagu yang sedih. Yang bisa bikin nangis. Tapi sekaligus bisa bikin senyum lagi.

Bagi kamu mahasiswa yang mengaku aktivis, pasti tau kan rasanya capek? Kamu pasti tahu gimana capeknya ngampus dari pagi buta sampe tengah malem atau bahkan pagi lagi. Kamu pasti paham gimana capeknya ditimpa beban akademik di kelas, dan di luar kelas masih harus berjuang lagi. Capek. Capek badan, capek pikiran, capek perasaan. Maaf, untuk yang kesekian kali kalo aku baper lagi. Tapi, ya mau gimana lagi emang rasanya kayak gini.

Berjuang itu melelahkan. Berjuang itu harus ada yang dikorbanin. Berjuang buat suksesin event, rela ngorbanin jam belajar. Rela ngorbanin kelas buat bolos. Rela ngorbanin tenaga, pikiran, bahkan uang. Berjuang buat nuntut keadilan pemerintah, rela panas-panasan di jalan. Gelar aksi, bikin orasi, capek-capekan, keringetan, dicegat polisi, relain kelas kuliah lagi, bolos lagi buat demo, hm. Berjuang buat kantin, relain waktu pulang jadi lebih akhir, rela dateng lebih awal, rela wara-wiri ke kampus, rela smsin orang ngelobi sana sini, hmm. Kalian luar biasa.

Mahasiswa aktivis, rela rapat tiap hari. Meski temen check in sana sini. Meski instagram penuh foto liburan, meski sohib pada ngehedon. Tapi kamu rela gitu ngorbanin waktu muda kamu berjam-jam duduk buat diskusi. Tukeran pendapat, dengerin opini temen, berkutat dengan kertas dan bolpoin demi suatu keputusan yang gemilang. Rela nggak makan seharian, nahan laper. Nggak tidur siang, tidur malem cuman sebentar. Rela ngantuk-ngantuk nyimak rapat. Demi apa? Demi organisasi yang lebih baik. Salut sama kamu.

Inget quote menarik:

"Ketika kamu lelah berbuat baik, ingatlah bahwa rasa lelah itu akan hilang dan kebaikan itu akan abadi."

"Ketika merasa lelah, ingatlah untuk selalu Lillah."

Ini bukan bermaksud sok idealis. Bukan. Ini cuman salah satu sarana penyemangat diri sendiri. Kamu pasti ngerti banget lah ya gimana rasanya. Capeknya. Lelahnya. Jenuhnya. Mumetnya. Seharian kerjanya rapat melulu. Temen masih tidur udah bangun, temen udah tidur masih bangun kamunya. Udah, nggak papa. Buat kamu yang sekarang lagi berjuang, bersabarlah. Ikhlaslah. Tersenyumlah. Bahagialah. Semua ini nggak akan sia-sia. Percayalah. Gusti Allah ora sare.

Percaya aja, di dalam tubuhmu mengalir darah juang. Darah yang selalu menagihmu untuk selalu berjuang. Teruslah berjuang, teruslah berbuat baik. Teruskan saja. Bismillah.. Lillah.. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali