Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Mumpung masih hangat di dalam ingatan.

Sepertinya, tanggal 11 Mei yang lalu aku applied pekerjaan di Astra Virtue. Aku melamar posisi MT baik untuk Astra International (AI) maupun Toyota Astra Finance (TAF). Pada tanggal 14 Mei aku dapat SMS untuk mengikui tes psikotes dari TAF di ECC UGM, Kotabaru. Waktu tesnya pukul 8.00 pagi dan peserta diminta membawa CV beserta alat tulis.

Tes psikotes berlangsung selama kurang lebih 3 jam terbagi menjadi 4 sesi. Sesi pertama adalah tes Verbal, Numerik, dan Spasial (VNS). Soal numeriknya berupa aritmetika sederhana, kalau verbalnya itu milih 2 kata yang berhubungan dari 5 pilihan, sedangkan spasialnya itu memilih 2 pola gambar yang berkaitan dengan gambar di soal. Sebenernya masih ada satu macam lagi di sesi ini, tapi aku lupa.

Sesi kedua diisi dengan tes Pauli atau koran. Aku ga perhatiin sih durasi waktunya berapa lama. Kalau aku sih, ga sampai habis tuh 1 lembar aja, apalagi sampai minta nambah kertas lagi. Anw, beberapa orang ada loh yg sampai nambah lagi wkwk. Udah lah aku mah yang penting enjoy aja biar bisa konsisten.

Di sesi ketiga, kami para peserta dibagikan 3 lembar kertas. Lembar pertama untuk tes Wartegg, lembar kedua dan ketiga berupa HVS kosong untuk menggambar orang/manusia dan pohon berkayu. Karena udah lama nggak gambar, to be honest aku cukup kesulitan sih saat menggambar orang. Jelek banget gambar orangku rambutnya berantakan banget, terus ga pake sepatu pula cuman pakai kaos kaki.

Akhirnya, sesi keempat diisi dengan tes preferensi gitu entah namanya apa. Pokoknya di setiap nomor soal ada dua pilihan jawaban berupa pernyataan sikap atau sifat kita. Nah, kita disuruh milih salah satu aja sih, tapi harus jawaban spontan. Jadi, apa yang terlintas pertama kali, itu yang harus jadi jawaban.

Well, setelah melaksanakan rentetan tes itu kami diminta menunggu pengumuman yang akan ditempel di luar dalam waktu 10-15 nenit. Ternyata, aku lolos. Kalau tidak salah, peserta tes psikologi ada mungkin 50 orang dan yang lolos kurang lebih separuhnya. Tahapan seleksi berikutnya adalah wawancara psikolog yang akan dilaksanakan besok pagi pukul 7.30. Sebenarnya ada juga yang kebagian jadwal hari itu juga, tapi aku bersyukur dapat keesokan harinya karena otak ini sudah lelah, mana lagi puasa juga kan pusing.

Sebelum pulang, peserta yang lolos diminta mengambil formulir untuk diisi dan dibawa pada saat wawancara. Formulirnya kayak CV gitu sih. Ada space buat nempel foto 3x4 cm, bagian untuk mengisi biodata, latar belakang pendidikan dan keluarga, pengalaman bekerja bagi yang sudah pernah bekerja, kolom prestasi, kelebihan dan kekurangan diri, dan juga kolom yang berkaitan sama preferensi posisi yang akan kita apply.

Lagi-lagi aku lupa pertahiin berapa lama waktu wawancaranya. Mungkin setengah jam, atau lebih. Psikolognya baik dan ramah, keibuan banget gitu. Wawancara berlangsung santai jadi aku bisa bercerita dengan enjoy. Seru sih. Rasanya seperti lagi ngobrol atau cerita aja gitu. Tapi yang diceritain ya diri kita, hidup kita, pengalaman kita, sama proyeksi masa depan kita yang berkaitan sama posisi yang kita apply. Kenapa mau kerja di sini? Kenapa mau apply posisi ini? Tapi seru sih untuk orang yang memang doyan ngobrol dan diskusi.

Well, pengumuman berikutnya akan diberitahukan via email. Kapan waktunya aku belum tahu, karena aku juga lupa untuk berinisiatif tanya kapan. Hehe..

Baru wawancara aja udah dapet teman baru, dapet pendengar yang super baik (psikolognya, hehe).. aku suka sih. Seneng deh sama prosesnya.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi temen-temen yang kebetulan mau tes juga. Good luck, buddy! 🙂

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali