Nggak Sendirian :")

Seneng banget ketika tahu bahwa aku nggak sendirian. Bahwa nggak cuma aku yang capek, yang mikir, yang kepikiran sepanjang waktu, yang dihantui tugas dan tanggung jawab, yang dikejar deadline, yang galau menimbang keputusan, yang kekurangan jam tidur, yang kamarnya aca-acakan. Seneng banget ketika tahu, bahwa di luar sana masih ada bahkan mungkin banyak orang-orang yang sedang menjajaki tahapan yang sama dengan aku. Yang masih belajar, menerka-nerka, mencari-cari, belajar seimbang. Ketika aku tahu bahwa aku bukan menjadi yang terbodoh dan yang terbuta diantara yang lainnya yang sudah pandai dan mahir, ada secercah kelegaan.

Teman senasib sependeritaan. Klise memang kedengarannya, tapi itu sangat berarti. Ketika aku dikelilingi oleh teman-teman yang baik hatinya namun beda zonanya, rasanya beda. Aku serasa paling ngenes. Rasanya makan ati melulu. Rasanya iri dan males dengan diri sendiri. Melihat mereka bisa duduk berjam-jam di perpustakaan mengerjakan laporan, mencuci dan menjemur baju dengan tenang, membersihkan kamar dengan riang, menonton film, pergi jalan-jalan, bolak-balik pulang kampung, atau yang bisa tidur pulas sebelum jam dua belas sampai pagi, mereka membuatky iri. Iri karena aku harus memikirkan laporan dan pretest adik-adik, punya tanggung jawab di lab, punya staff, harus rapat kepanitiaan, harus membuat keputusan, harus rapat organisasi, harus menggerakkan kedirjenan, menghidupkan organisasi, harus mengkaderisasi orang, harus mengurusi ini itu, padahal aku juga mahasiswa yang sama-sama praktikum kuliah punya tugas dan laporan juga, sama-sama anak muda yang doyan hepi-hepi, iri rasanya. Berat rasanya harus pulang rapat sampai malam dan melihat teman sedang asyik mengerjakan tugas sementara tugasku sendiri belum sempat tersentuh. Miris tauk.

Walaupun ini pilihanku sendiri. Walaupun aku sendiri yang dengan sadar memilih jalan seperti ini, tapi aku juga bisa baper. Nggak selamanya aku bisa stay strong. Ada saatnya aku capek, jengah, males. Adaa. Melihat kamar berantakan, barang berserakan, cucian numpuk, kasur nggak sempat dirapihin, pasti males kan. Kalo udah sampe, bawaannya cuma satu: pingin istirahat.

Tapi aku nemuin semangat baru, ketika aku sadar bahwa di luar sana ada juga yang ngerasain apa yang aky rasain. Ada juga yang sedang ngalamin apa yang aku alami saat ini. Membuatku busa tersenyum dan terkuatkan karena adanya keyakinan: aku nggak sendirian kok :"))


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali