Sekelumit Seminar 1 SKS

Sebenernya aku bingung kenapa aku stuck, kalaupun nggak stuck kenapa aku lamban banget. Secara logikaku, ini hanya membuat makalah dengan data yang sudah terkumpul dari jurnal-jurnal yang sudah aku download. Dengan kerangka yang sudah ada di dalam pikiran aku, dengan isi yang gambarannya udah ada. Tinggal eksekusi lah kalo gampangnya. But, why? Why it become so complicated? Siapa pula yang menjadikan ini rumit. Itu kata logika aku ya. Tapi, ada kata lain yang menyatakan bahwa ini menjemukan, ini membosankan, ini melelahkan.

Karena temen-temen udah pada seminar semester yang lalu. Karena temen-temen udah pada ngerjain penelitian, udah pada ngambil data, udah pada selesai dengan urusan permakalahan. Karena mereka udah pada jauuuuhhhh di depan sedangkan aku masih di sini. Ngejar itu... capek sih. Ada titik jenuh yang nggak bisa aku lawan. Ketika seharusnya aku bikin seminar di luar negeri, aku yang nyerah karena bikin makalah berbahasa Inggris ternyata nggak semudah itu. Bikin yang bahasa Indonesia aja nggak beres-beres.

Aku bingung sih ini gimana caranya. Kuberi tahu, jadi yang tertinggal itu nggak enak. Tapi kuberi tahu juga, jadi yang berbeda ternyata emang asyik. Ga boong kalo ini. Mengambil keputusan yang cukup besar dengan resikonya yang nggak kecil juga. Satu semester di UGM aku tinggalin demi ngerasain tinggal dan kuliah di Jepang. Resikonya ya gini, di saat temen-temen aku udah pada selesai dengan urusan seminar dan uspennya aku baru mau mulai. Aku emang pede, tapi juga waswas. Waswas kalo ternyata aku nggak bisa mencapai target yang aku buat sendiri. Tapi bukannya hidup selalu penuh dengan kejutan? Bukankah tugas kita hanya melakukan upaya terbaik yang bisa kita lakukan?

Kemarin aku habis menelaah jurnal, aku baca lalu aku catat poin-poin penting isinya. Buat apa? Buat memudahkan aku menyusun paragraf-paragraf latar belakang. Iya, udah mau seminggu dan latar belakang pun belum jadi. Tau nggak sih, aku sebenernya degdegan juga, bisa ngga sih aku ngejar wisuda Agustus? Logika aku pasti bilang: Bisa lah! Iya, namanya juga logika. Mana dia mikirin faktor-faktor X yang menghambat terjadinya sesuatu. Mana dia mikirin rasa capek, rasa jenuh, rasa bosan. Dia mah ga memperhitungkan hal-hal kaya gitu.

Dalam banyak kasus, logika itu kerjanya seperti air. Dia selalu mengalir cepat, pandai mencari celah, melewati celah-celah sempit, menelusup ruang-ruang kecil. Begitu emang. Tapi aku seneng sih, karena habis reunian sama geng Ancolku. Ga jauh, cuman makan siang di Preksu Klebengan. Gak berfaedah seperti biasa, lebih dari dua jam untuk sebuah game tebak kata yang ujungnya bunuh-bunuhan kaya Werewolf. Tapi seru!

Sebenernya pagi-pagi aku ke kampus untuk ngambil laporan KL yang udah hampir setahun aku tumpuk di TU. Dari situ, mau aku kumpulin ke perpus perikanan tapi perpusnya tutup. Akhirnya aku berhasil beli jas hujan juga hari ini, dan juga barang-barang penting lainnya. Aku emang batal ngerjain seminar di perpus (lagi), tapi aku boleh memaafkan diriku karena semua yang aku lakukan hari ini nggak ada yang nggak ada manfaatnya. Don’t worry because life is too short to worry. Kalo jadi juga aku mau quality time sama salah satu sahabat aku. See? Nggak ada yang perlu disesalin kan. Sebagai muslim, kewajiban aku masih untuk beribadah kepada Allah kok. Sebagai makhluk sosial juga kewajiban aku udah gugur dengan ketemu temen-temen aku. Bahkan kewajiban mahasiswa aku juga udah terlaksana hari ini dengan ngeberesin laporan KL dan juga ngeprint KRS, tingga minta tanda tangan dosen nanti.

Oh iya, jadi mahasiswa semester akhir itu rasanya nano-nano banget tau. Kita udah nggak punya kewajiban kuliah. Udah nggak ada praktikum juga. Meskipun kelihatannya sedikit, kayak aku kewajiban aku tinggal seminar sama skripsi, tapi sebetulnya itu terdiri dari sub-bagian sub-bagian yang tidak tercantumkan di dalam KRS. Judulnya aja seminar, tapi di dalamnya mencakup penelusuran jurnal ilmiah, penelaahan jurnal dan literatur ilmiah, penyusunan kerangka pemikiran, penulisan kerangka makalah, penulisan hasil pemikiran dan pemahaman terhadap topik yang telah dipilih, belum lagi proses pengeditan oleh karena revisi, perbaikan-perbaikan yang terus dilakukan demi hasil yang memuaskan.

Ya begitulah, mungkin nanti malam atau besok pagi-siang aku bakal melanjutkan makalah seminarku sebelum aku nge-WA dosenku buat laporan tentang progresku hehehehe... sekarang aku mau main ke kosan temenku dulu lah, sebelum pulang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali