Latar Belakang (?)
Why
do I do this? Katanya. I am stuck in Latar Belakang of my skripsi. Ga lucu banget ya, I knew. Let me tell you¸satu bulan yang
lalu aku baru aja presentasi usulan penelitian dengan sangat ambyar dan
hasilnya tidak memuaskan, for me. Let me
ask, kenapa sih aku penelitian tentang sumber penghidupan? Kenapa aku mau
meneliti tentang sumber penghidupan sekelompok pembudidaya ikan di suatu dusun?
Why? Jawabannya harusnya jadi latar
belakang.
Alasan bodoh yang jujur kenapa aku
melakukan penelitian ini adalah, tentu karena aku pingin lulus ._. Bodoh dan
dangkal banget kan alasannya. Aku pingin lulus, dan untuk lulus aku harus
membuat tugas akhir, a.k.a. skripsi. Aku harus melakukan penelitian untuk bisa
menulis skripsi dan untuk bisa melakukan penelitian aku harus menentukan topik
apa yang ingin aku ambil. Nah, untuk penelitian sosial perikanan ada banyak
topik yang bisa aku pilih. Lantas, kenapa dari sekian banyak topik yang ada aku
memilih topik ini?
Sumber penghidupan adalah ya segala
sumberdaya yang dimiliki oleh seseorang untuk bisa hidup. Orang hidup kan
butuhnya banyak, harus melakukan hanyak hal, ga bisa dipisahkan dari uang, dari
dana. Nah, sumber penghidupan itu adalah gudang dayanya manusia untuk bisa
hidup. Jadi, selama manusia hidup, selama di bumi ini ada makhluk bernama
manusia, topik ini pasti akan selalu relevan. Penelitian mengenai analisis
sumber penghidupan yang dilakukan dengan konsep Livelihood dari DFID (1999)
mampu menggambarkan sumber penghidupan manusia secara menyeluruh. Kenapa?
Karena rumusan pendekatan yang disusun oleh DFID (1999) itu mencakup
aspek-aspek yang menjadi modal hidup manusia itu, faktor-faktor apa saja yang
menjadikannya rentan, bagaimana akses si manusia terhadap modal hidupnya, masalah
apa yang dihadapi manusia terkait sumber penghidupan (dalam pengelolaannya),
dan strategi apa yang dimiliki oleh manusia tersebut dalam rangka memecahkan
permasalahannya. Penelitian ini tuh penelitian yang akan selalu relevan untuk
dilakukan sampai kapanpun.
Penelitian mengenai sumber penghidupan
sifatnya sangat dinamis, sangat mungkin untuk berubah-ubah kondisinya. Secara ya,
manusia juga kan nggak statis. Jadi, sumber penghidupannya bisa aja berubah dan
pastinya berbeda-beda dari satu manusia ke manusia lainnya. In my opinion, sumber penghidupan
manusia itu nggak ada yang benar-benar sama. Perbedaan itu pasti ada, dan ini
menarik untuk meneliti sumber penghidupan dari 45 orang pembudidaya.
Di suatu kelompok pembudidaya ikan
bermana Mina Sembada, hidup 45 orang yang menggantungkan hidup dari kegiatan
budidaya ikan. Lokasi tempat tinggal sekaligus tempat melakukan kegiatan
budidayanya memang di sebuah desa yang mengunggulkan komoditas pertanian dan
perikanannya. Kenapa? Salah satu alasannya karena sumber daya air di desa ini
cukup melimpah. Ada sebuah sungai yang menjadi sumber air untuk kegiatan
pertanian dan perikanan, namanya Sungai Konteng. Selain itu, sudah sejak tahun
2004 komoditas perikanan di desa ini mendapatkan perhatian dari pemerintah
(baik desa maupun kabupaten).
Namun demikian, berdasarkan penuturan
perangkat desa dan pengamatan di lapangan kegiatan perikanan di desa ini masih
belum bisa dibilang maksimal. Padahal, bila dilihat secara sumber daya alam
bagus, secara infrastruktur juga bagus, bahkan desa ini juga punya sebuah pasa
ikan lho. Tapi, kenapa kok kegiatan perikanannya masih belum maksimal? Nah,
atas dasar itulah, aku merasa tertarik untuk mencari jawabannya. Aku ingin
menggali sebenarnya dari 45 orang pembudidaya itu, apasih yang menjadi sumber
penghidupan mereka? Apakah semuanya menggantungkan hidup dari kegiatan budidaya
ikan? Kalau iya, apakah sudah mampu mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya? Kalau
belum, lantas apa yang menjadi sumber penghidupan utamanya mereka? Bagaimana sih
mereka mengelola sumber penghidupannya? Lalu, aku juga ingin tahu, ada
faktor-faktor apa saja yang menjadikan sumber penghidupan mereka itu rentan?
Dan bagaimana strategi mereka untuk mengatasinya.
Kira-kira sih seperti itu. Alasan untuk why do I do this? ._. cukup masuk akal
nggak sih? Aku mau kepoin dulu lah, orang-orang yang udah melakukan penelitian
serupa, mereka gimana jalan pikirannya.
Komentar