Peran


Aku harus nulis biar aku nggak gila. Sebenernya aku pingin ceritain segala kerecehan selama aku ikutan summer course kemarin karena pasti konten itu jauh lebih menarik. Tapi faktanya sekarang aku lagi berhadapan sama banyak hal. Banyak atau sedikit itu sebenernya relatif sih. Cuman buat aku, ini cukup banyak. Wkwkwkwkwk. Aku nggak ngerti ya, kalo aku ceritain ke orang, faedahnya buat orang yang dengerin aku nanti apaan. Dan lagipula, ada po orang yang sebegitu luang waktu, pikiran, perasaan, dan perhatiannya buat dibagiin cerita orang lain? Soalnya makin ke sini nih, kayaknya makin susah deh buat ngeshare segala bentuk lika-liku hidup hanya ke satu orang. Nggak cukup. Atau belum aja? Belum nemu maksudnya wkwk.

Umurku dua puluh dua tahun lebih enam bulan dan saat ini sedang menjalani beberapa peran. Lucunya setiap peran itu punya masalah yang harus diselesaikan. Jadi, yang lebih lucu masalahnya ada banyak.

Peran yang pertama, aku sebagai mahasiswa tingkat akhir yang seyogyanya buruan lulus dari kampus ini. Sepertinya aku sedikit mengalami stuck dengan respondenku. Ternyata, responden yang ke kolam orangnya itu-itu aja. Lalu di mana yang lain? Kerja. Mereka adalah orang-orang yang bekerja dari pagi sampai sore. Awalnya aku mendatangi mereka dari rumah ke rumah. Lalu setelah lebaran, aku mendatangi mereka di kolam. Tapi, akhir-akhir ini aku nemu fakta bahwa orang yang di kolam itu lagi itu lagi. Aku harus ngerubah strategi nih. Aku harus dateng lebih pagi lagi, untuk memperbesar kemungkinan ketemu orang-orang yang berbeda di jam yang berbeda. Aku juga harus memanfaatkan hari libur dan akhir pekan karena di waktu itu para pekerja pasti nggak bekerja. Dan satu lagi, aku harus memanfaatkan momen lomba dan perkumpulan kelompok buat mendata anggota dan tempat tinggal mereka. Biar nggak random gini. Aku ini sensus, tapi kayak snowball karena nggak punya data konkrit pembudidayanya siapa aja.

Oh, I just text my DPS about the skripsi of mine.

Peranku yang kedua, aku dipercaya menjadi staff administrasi sebuah proyek bernama Erasmus+
Sebagai staff administrasi, tentu saja tugasku adalah mengerjakan hal-hal administratif seperti membuat notulensi, mengurus presensi, berurusan dengan dokumen-dokumen, hingga pekerjaan sekretaris lainnya. Bersyukurnya, aku punya supervisor yang super baik. Dia memberiku banyak pekerjaan, tapi dia juga memberikan aku banyak makanan. Wkwkwk. Pekerjaannya kelihatan semua, bisa dikerjain semua. Aku percaya, pekerjaan apapun kalau dikerjakan dengan ikhlas dan niatnya untuk menolong sesama pasti akan mendatangkan kebaikan.

Peranku yang ketiga, peneliti? Benarkah aku sebut diri aku peneliti hanya karena aku lolos ekspedisi LIPI ke Maluku-Papua? Ternyata untuk melakukan sebuah penelitian itu tahapannya cukup banyak. Aku harus belajar dulu tentang Pulau Ayau, Halmahera, dan Raja Ampat. Aku harus tau dulu gambaran lokasinya, harus tau gambaran penduduknya seperti apa, jumlah nelayannya ada berapa. Yang cukup bikin pusing sebenernya soal anggarannya. Aku harus mikirin mau bawain oleh-oleh apa, berapa banyak. Dan ternyata ada workshop satu minggu penuh di bulan Agustus nanti. Hmmm, menarik sih. Aku penasaran sama Indonesia Timur, banget!

Peran keempatku, murid les bahasa Jepang. Aku ngambil kursus lagi. Melanjutkan les bahasa Jepang yang aku ambil tahun lalu. Sebagai murid, aku punya tanggung jawab buat belajar. Level dua punya tantangannya sendiri. Setingkat di atas level satu, target capaiannya juga lebih tinggi. Juga dituntut buat inget sama pelajaran di level satu. Murid dituntut buat belajar dan belajar, seakan waktu 24 jam nya hanya diisi dengan belajar. Susahnya adalah aku punya teman yang pintar jadi aku sangat terlihat kopongnya -_-

Peran yang keenam, ah kusebut ini peran? Sebenernya aku cuman diminta bantuin Bu Ratih buat ngumpulin makalah seminar temen-temen dan juga ngompilasiin filenya di sebuah CD. Temen-temennya kooperatif dan juga tugasnya gitu aja, ez lah ini mah ga sampe nyita pikiran.

Peran ketujuh, asli seringkali kelupaan. Aku punya peran sebagai manusia, wkwkwk. Aku hidup dan badanku punya hak untuk makan yang bergizi, tidur yang nyenyak, serta tinggal di lingkungan yang sehat.

Kadang, peran-peran itu dateng di satu waktu dan aku cuman kebingungan aja nempatinnya. Sebenernya ini bukan hal baru. Aku udah beberapa tahun sih idup begini. Jadi harusnya ya nggak kaget sih. Terus, kadang kalo udah cuntel gitu kerjaan aku cuman berdoa karena aku nggak tau lagi musti gimana. Ada yang punya banyak peran juga?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali