Lucky me!
Aku harus berterimakasih nih sama MU karena mereka udah
menang sebelum hari aku sidang. I have no idea about soccer, but my dosen
penguji said “Sidangnya nggak usah tegang-tegang, saya lagi senang karena MU
menang”. What a relief! Beruntung banget aku bisa sidang dengan santai. Itu salah
satu faktor, masih ada faktor lainnya.
Sehari sebelum sidang, dosen pembimbingku baik banget
ngoreksiin file presentasiku sampai detail banget. Suer detail banget! Setiap slidenya
dikoreksi. Setiap poinnya dipertanyakan. Bahkan aku sampai ditanyai, “Untuk
slide ini, bagaimana kamu akan menjelaskannya?” Sedetail dan seteliti itu
memang orangnya. Dari siang sampai malam, he made sure that I prepared
everything well. Kami diskusi via WhatsApp selama berjam-jam jam siangnya. He asked
everything. Every single thing! Sampai jam 10 malem pun kami masih berdiskusi
untuk membuat slide presentasi ini bener-bener oke.
Silde yang oke emang ningkatin PD. Terbukti, aku bisa
presentasi dengan lancar tidak lebih dari dua puluh menit. Beruntungnya bangun
lebih pagi, nyiapin semuanya baik-baik, dan datang ke kampus satu jam sebelum
waktu sidang. Kampus sepi, pasti. Secara udah masuk liburan semester. Aku
sampai nunggu 30 menit di lobby karena ternyata aku baru boleh masuk ruang
sidang 30 menit sebelum jam 9.
Beruntungnya datang awal, aku punya banyak waktu buat
nyiapin presentasi. Secara aku belom pernah sidang skripsi, belom pernah masuk
ruang sidang, kagok sih normal. Untung ada Salma bantuin aku nyiapin proyektor
sama laptop.
Setelah 15 menit memaparkan hasil penelitian, dosen penguji
mulailah melaksanakan tugasnya. Lagi-lagi aku beruntung karena beberapa hari
sebelumnya baca artikel bagus tentang thesis defense. Selain nyiapin materi,
aku nyiapin juga mental biar nggak jiper waktu disidang. Ternyata, it gave an
impact loh. Aku dateng ke ruang sidang untuk menerima pertanyaan, kritikan,
saran, dan masukan dosen. Bukan untuk unjuk kepintaran, karena emang aku belum
pintar. Mereka yang jauh lebih pintar dari aku. Jadi, aku nggak ambis pingin
tampil perfect dan bikin mereka terkesan. No, it’s a big NO. Nggak lebih dari
satu jam, sidang selesai. Suer, padahal aku mulai presentasi jam 9 lebih 10
atau 15 menit. Jam 9.30 mulai disukusi (I would rather call it a discussion
than sidang). Jam 10.30 aku udah salaman sama mereka lalu beberes dan keluar
ruangan.
Dude, udahan nih sidangnya? Pikirku waktu nongkrong di depan
HPI. Can I say that I passed it successfully? Alhamdulillah! Pertanyaan yang
banyak itu pasti, namanya juga sidang. Yang penting kan bisa menjawabnya. Lupa
atau kurang itu juga normal, namanya juga peneliti amatir. Stay cool aja, namanya
juga belajar.
Seberuntung itu aku hari itu? Alhamdulillah iya. Tapi, apa
aku selalu beruntung? Tentu aja engga dong wkwkwkw. Kalo kata temenku idup aku ni
banyak ‘bala’nya. Dan emang bener, wkwkwk. Jadi bersyukur banget waktu dapet
banyak banget kemudahan di tanggal 27 Desember kemaren.
Habis sidang sampai wisuda nanti, hal-halnya tuh jelas.
Revisian, pra yudisium, ngurusin berkas yudisium, yudisium, ngurusin berkas
wisuda, wisuda. Tinggal pay attention bener-bener aja sama timeline-nya. Terus kalo
habis wisuda? Aku yakin bakal challenging sih, secara jaman sebelum sidang aja
juga udah challenging. Tapi, I’ll prepare myself. Since I knew that mental
preparation itu ngaruh bangeeeet. Habis ini mau ngapain, maunya apa, maunya ke
mana. I’ll just do my best and let God do the rest!

Komentar