Mendaftar MEXT Scholarship
Apa itu MEXT Scholarship? Itu adalah beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Jepang buat belajar di Jepang. Ada kok infonya di sini. Hehe, baca sendiri ya.. kan pintar. Tahun ini pendaftarannya dibuka pada tanggal 16 April dan ditutup pada tanggal 6 Mei. Aku lagi nggak nulis artikel tips & trik sukses lolos beasiswa MEXT kok, aku cuma mau berbagi pengalamanku aja barangkali ada yang butuh informasi lebih dari sekedar persyaratan administrasi. ☺
Mari mulai.
Aku mulai tertarik untuk mendaftar MEXT sejak tahun 2018, mungkin di setengah tahun akhir. Setelah membaca syarat-syarat yang diperlukan, langkah pertama yang ku lakukan adalah memilih calon kampus. Nah, pada tahap ini aku benar-benar memilah dan memilih informasi dari website berbagai unversitas sampai juling sendiri (ga deng, ga sampe juling hehe).
Akhirnya terpilihlah dua kandidat yaitu Nagoya University dan Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT). Alasan pertama, dua kampus itu menawarkan program studi yang aku mau. Alasan kedua, aku udah bisa bayangin bakal seperti apa kehidupan di dua kota tempat kampus-kampus itu berada, hehe... Seru sih pastinya. MEXT membolehkan kita untuk milih 3 kampus nih, jadi aku masih punya satu slot lagi. Secara kebetulan, Hiroshima University berkunjung ke UGM untuk sosialisasi di bulan November 2018. Datang dong aku ke acara tersebut.
Ternyata, boleh juga nih kuliah di sini. Aku pun tanya-tanya dan minta kontak mereka. Aku udah dapet tuh kampus ketiga dengan program studi yang aku mau. Well, di bulan Maret kampus Hiroshima datang lagi ke UGM. Tapi, mereka bawa kabar baru kalau ternyata program studi yang aku mau sedang tidak dibuka pada tahun 2020. Yah, aku riset lagi deh. Akhirnya aku pindah haluan ke fakuktas lain tapi masih dalam Hiroshima University.
Begitu aku menemukan program yang sekiranya cocok denganku, langsung aku datangi deh meja perwakilan fakultasnya. Aku pun secara blak-blakan minta kontak beliau dong. Hari itu juga aku dapat alamat emailnya, hari itu juga aku kirim email deh. Alhamdulillah, email aku dibalas dan aku diarahkan untuk menghubungi sensei yang memang mengampu topik yang aku minati.
Long story short, sensei tersebut minta aku untuk mengirimkan ringkasan proposal riset dan abstrak skripsi aku. Cukup kaget, secepat ini? Pikirku. Ah, tapi dengan segenap daya dan upaya akhirnya aku kebut juga itu mini proposal dan kukirim ke sensei pekan berikutnya.
Sehari, dua hari, lima hari, seminggu, sepuluh hari... kok aku nggak dapat balasan juga dari sensei ya? Padahal sensei ini kan gercep sebelumnya. Aku kirim email pukul dua siang, pukul lima sore beliau sudah balas. Hm, kenapa nih?
Hingga pada minggu kedua emailku akhirnya dibalas juga. Alhamdulillah... Aku pun bilang terus terang aja kalau mau daftar MEXT. Surprisingly, sensei menanggapinya dengan sangat baik. Beliau bahkan memberikan informasi tentang dirinya dan mengijinkan aku menjadikannya calon academic advisor ketika aku mendaftar beasiswa.
Now, move on ke tahap apply beasiswa..
Jadi, sebenarnya aku berencana untuk ambil tes official IELTS. Karena pikirku, IELTS ini cukup strategis. Bisa dipake di banyak beasiswa wkwk. Namun, ternyata sampai awal bulan April aku masih belom juga tuh bisa mencapai skor yang aku mau. Kan sayang ya, kalo udah tes 2,9 juta tapi ternyata skornya pas-pasan aja.
Aku pun memutuskan, untuk daftar MEXT ini baiknya aku pakai TOEFL ITP aja. Kebetulan ELTI Gramdedia juga masih punya kuota bulan itu. Sembari menunggu hasil ITP keluar, aku mulai deh mencicil persyaratan yang lain. Menyiapkan fotokopi ijazah dan transkrip berbahasa Inggris, meminta surat rekomendasi kepada dosen/dekan (kemarin sih aku minta sama wakil dekan dan dosen pembimbingku, tapi MEXT cuma minta salah satu aja kok), mengisi formulir aplikasi, formulir placement preference, rencana studi, dan mengedit berulang kali jawaban aku di bagian motivation. Karena MEXT tidak meminta kita membuat motivation letter secara harfiah, maka kolom pertanyaan di app form itu harus dijawab sebaik mungkin. Aku harus bisa 'menjual' kualitas diri aku dari formulir-formulir yang sudah ditentukan.
Oh iya, langkah terpenting dalam apply beasiswa MEXT itu kita harus melakukan registrasi. Adapun registrasi dilakukan secara online untuk menentukan lokasi tes tulis dan memperoleh nomor ujian. Kalau dalam periode pendaftaran, di web kedutaan besar Jepang bakalan ada kok linknya.
Setelah melakukan registrasi dan mengumpulkan semua berkas persyaratan, kita harus mengirim hardfile tersebut ke Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. Deadline berkas harus sudah sampai Jakarta maksimal tanggal 6 Mei. Aku mengirim pakai JNE dan alhamdulillah berkasku sudah tiba pada tanggal 3 Mei. Hehe, agak mepet sih ya.
Nah, sekarang berkas seluruh pelamar sedang dalam proses screening. Pengumuman lolos seleksi administrasinya tanggal 31 Mei. Kemudian, tahapan berikutnya adalah tes tulis yang diselenggarakan tanggal 18 Juni di lokasi yang telah dipilih saat registrasi. Karena aku memilih Surabaya, maka kalau aku lolos seleksi administrasi aku akan tes tulis di Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya. Mohon doanya, ya!
Semoga ceritaku bermanfaat ☺
Komentar