Cerita Pulang Kerja

Di antara lengangnya Jalan Gatot Subroto, ada yang duduk menunggu bus pulang di halte. Manusia lain sabar menunggu ojek online yang ternyata jauh dari posisinya. Di seberang jalan, seorang pengemudi ojek online tengah mensyukuri orderan yang mampir ke handphonenya. 

Jalanan sepi bukan karena hari tidak hujan melainkan karena ini musim libur, kata teman. Bukan hanya Jalan Gatot Subroto yang tidak begitu padat, belok kiri ke jalan Rasuna Said lebih lengang lagi. Lancar seperti aliran darah di kanal nadi bayi baru lahir. 

Angin menerpa masker penumpang ojek. Angin juga menyusup melalui pori-pori kulit ari, menembus baju tipis tidak berjaket. Ada yang kembung? Ada yang telat makan? 

Hamdalah, semangkok bakso datang tepat waktu dibawa kurir yang ingat bilang," Assalamualaikum, sesuai aplikasi ya kak?"

Bersyukur, bersyukur, bersyukur. 

Menjelma jadi kaum rebahan pada pukul sepuluh malam. Luar biasa. Tidak berdosa karena sepuluh jam lebih sudah jadi buruh korporat. Bawah mata menghitam karena apa? Mari pejamkan mata. 

Ps: ini bakso yang dibeli karena lebih murah dari bakso yang itu (?)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali