Borneo
Can you believe the fact that I've been in Borneo already? To be honest, this makes me soooo excited. Since the plane took off, leaving Jakarta and Java, flight above Laut Jawa. Oh God! Is this for real??
Aku bersyukur banget. Bersyukur untuk segala kemudahan yang telah tercurahkan kepadaku. Juni ini benar-benar bulan yang luar biasa. Aku tidak menyangka akan terjun ke cabang secepat ini. Kupikir aku akan sempat merayakan 1 tahun anniv menjadi RBA di HO.
Semua prosesnya, segala persiapannya, aku nggak nyangka berjalan sangaaaaat cepat. Rasanya baru kemarin aku dipanggil ke ruangan Pak Justin, lalu masih menyiapkan bahan review nasional. Tiba-tiba sudah tiga hari aku belajar di South. Review Nasional yang sudah digaungkan selama satu bulan itu juga berjalan cepat sekali rasanya. Tiba-tiba lagi, aku jadi MC mempersilakan BOD, div head dan dept head untuk present. Aku masih terbata-bata menyusun hasil belajar di South untuk dishow ke Bu Renny, lalu tiba-tiba sudah selesai timeline belajarku di Bekasi Revo.
Dinner perpisahan sama geng RBA di GI juga rasanya cepeet banget. Tiba-tiba udah hari Sabtu di mana aku harus rapid test. Pun pagi kemarin aku sanksi dengan keabsahan tempat testnya ini terpercaya apa engga, ini legal apa engga, eh tiba-tiba barangku udah masuk koper semua. Aku udah sampe JNE dan ngirim barang-barangku ke Pontianak.
Kemarin malam aku masih sempet galau-galau ga penting, bakal jadi apa ya hidupku di pulau ini. Tapi, malam tuh cepet banget berlalunya. Tiba-tiba aku udah otw ke bandara. Even, saat aku masih wondering kenapa bandara sepi banget macam nggak ada kehidupan, aku udah killing time merenung di depan gate 14 nunggu waktu boarding.
Apasih ini semua? Katanya durasi flightnya satu setengah jam, ya emang sih waktu mau take off aku sempet ketiduran. Tapi, tiba-tiba pesawatnya udah di atas pulau Kalimantan aja. Tiba-tiba aku udah amazed dengan vegetasi di bawah sana. Amazed dengan hamparan pohon yang mirip brokoli, amazed dengan barisan kebun sawit, amazed dengan sungai yang panjang dan berkelok. Surprisingly, aku dikasih izin untuk lihat pelangi dari atas awan sama Sang Pencipta. MasyaAllah! Bagus banget.
Alhamdulillah, yang terbesit di benakku waktu itu adalah: Ya Allah bantu aku untuk explore tempat ini. Beri aku izin untuk datang ke spot-spot indah di tempat ini. Seperti halnya burung besi itu, aku juga mau dong senantiasa terbang tinggi. Tapi, terbang tinggi yang nggak lupa buat menapakkan kaki ya, karena gimana pun domisili aku ya di bumi, hehe.
Aku sadar sepenuhnya, pekerjaan SEH ini berbeda banget dengan RBA. Meskipun ini seperti lagi belajar berenang tapi dipaksa nyebur ke laut, ya meskipun megap-megap aku harus bisa survive. Ga boleh tenggelam. Dan bismillah juga, insyaAllah pasti bisa.
Aku tau dan aku paham betul. Aku 100% sadar. Banyak hal baru yang aku belum paham, ada segudang PR yang harus aku kerjakan. Tapi, insyaAllah semuanya bisa diatasi. Semuanya bisa dilewati. Semua akan bisa solved. Aamiin...
Dengan segala sumber daya yang ada... Pasti bisa 💪 Bismillah...
Karena jujur, aku juga pingin tau dan sangat penasaran bagaimana ini semua akan terlewati satu demi satu. Ingin lihat bagaimana hari demi hari berlalu dengan cepatnya. Dan juga, aku pun pingin tau gimana ya reaksiku menghadapi ini semuanya? 😂 Karena, ya ini pengalaman baru, ini kali pertama. Harusnya sih... seru! Wkwkwkwk.
Well yeah, the adventure has begun. 😉
Komentar
“We each survive in our own way.”
― Sarah J. Maas,