Hidup di Luar Jawa Seperti Apa?

Enam bulan atau setengah tahun ini aku tinggal di kota yang jauh dari tempat aku biasa hidup sebelumnya. Aku tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat. Sebelumnya aku sekolah dan tinggal di Pacitan, Jawa Timur. Kemudian aku kuliah dan tinggal di Jogja selama 5 tahun. Setelah itu aku bekerja di Jakarta selama satu tahun. Pekerjaan itulah yang membawa aku tinggal di sini sekarang. 

Ada beberapa hal yang berbeda tentunya, antara lain:

1. Mati Listrik
Katanya Luar Jawa masih suka mati listrik? Yes, benar. Selama di sini, hampir setiap satu minggu sekali ada kejadian mati listrik. Entah gardunya gangguan, atau apanya gangguan, atau apanya lagi yang gangguan. Yang jelas, mati lampu rutin itu masih terjadi. Contohnya, detik aku nulis ini juga agi bermasalah listriknya. Katanya sih satu jalur ini bermasalah semua. Hm. Tapi sound system kafe di mana entah itu masih kedengeran sampai kamar. Ah positif thinking mungkin mereka pakai genset. Nyaman ga sih mati listrik gini? Oh tentu tidak ya. Hehe. Dear PLN, cc Dear Government... di salah satu ibukota provinsi ini masih sering mati lampu loh fyi. 

2. Sumber Air
Kenapa sih air di sini? Agak kuning bruh.. kalau bisa jangan sikat gigi pakai air keran. Pakai air minum kalau bisa. Bikin gigi kuning, katanya sih begitu. Dear PDAM cc Dear Government, help please gimana biar airnya nggak bikin gigi kuning :"

3. Susah Sayuran
Terbiasa hidup di lokasi yang melimpah ruah sayuran sedari kecil, menyikapi kelangkaan sayur jadi butuh adaptasi nih. Ini aku tidak duga dan tidak ada antisipasi sama sekali sebelumnya. Ternyata nggak semua lokasi di Indonesia itu lahannya subur buat bercocok tanam. Itulah mungkin sawit tanaman paling bonafit yang bisa ditanam di lahan gambut (?) Sok tau banget deh aku, maap yak. Jadi, ragam sayurannya kalau makan di restoran itu ga banyak. Tapi, kalau beli sayuran mentah di supermarket pilihannya juga ga banyak. Dear Kementan cc Dear Government, boleh dibantu dong pertanian tanaman pangan di Pontianak ini jangan cuma komoditas sawit aja yang diperhatiin. Ya emang sih bikin cuan cuan cuan. Tapi kita nggak disuruh bikin Crude Palm Oil soup juga kan buat sayur makan?

4. Alamat Lengkap
Sebulan dua bulan awal, aku surprised waktu pesen ojek online udah ngeset lokasi penjemputan kok masih ditanyain alamatnya di mana. Jalan apa, patokannya apa. Pun kalau aku pesen makan. Udah setting titik antar juga masih harus dijelasin posisinya di mana. Kesel juga awalnya. Kok nggak praktis sih. Kan udah ada mapsnya. Bisa diikutin arahannya. Tapi mungkin google maps belum punya bargaining position yang oke disini. Atau mungkin popularitasnya belum oke. Dear Goggle Maps cc Dear Google, akurasi kalian masih kurang kredible deh kayaknya di sini. Recheck lagi boleh lah ya. 

Anyway, listrik udah nyala. Ku juga udah haus padahal ga ngomong apa-apa. Jadi kita akhiri dulu yess cerita-cerita hari ini. Bye! 

🙂

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali