PPSMB Palapa UGM 2015
PPSMB artinya adalah Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru UGM. Sementara Palapa sendiri diilhami dari sumpah Palapa yang dilakukan oleh Patih Gadjah Mada pada zaman Majapahit dahulu. Kalau istilah konvesionalnya PPSMB itu yaa ospek. Tapi kalau dengar kata ospek kampus kan bayangan kita seringkali negatif, terkait dengan gaya feodal dan konvensional yang lebih menjurus pada pembodohan.
Yang terlintas di kepala kita bila mendengar kata ospek adalah senioritas, penugasan yang tidak manusiawi, bullying, teriakan, bentakan, semena-mena, pokoknya adaah penyiksaan mental. Itu memang pernah terjadi, dulu. Bahkan, saat ini pun masih sering ditemukan bekas-bekas peninggalannya. Terlebih sebentar lagi kita akan memasuki tahun ajaran baru dalam dunia akademik. Baik itu SD, SMP, SMA, hingga kuliah. Setelah Idul Fitri, dibukalah lembaran semester baru. Termasuk, masa-masa penerimaan mahasiswa baru.
Namun, cara konvensional tidak dipakai oleh UGM. UGM mennggantinya dengan PPSMB. Di sini mahasiswa baru diperlakukan sebagai manusia dewasa dan dianggap kolega baru oleh para kakak tingkat. Bukan lagi dianggap anak bau kencur yang harus diperlakukan dengan semena-mena. Karena cara itu hanyalah pembodohan. Mahasiswa baru bukanlah anak kecil. Mereka semua sudah lulus SMA. Otomatis mereka adalah manusia-manusia yang sudah bisa berpikir dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mereka adalah orang-orang dengan dasar pendidikan yang sudah baik. Jadi, buat apa dilakukan cara kekerasan.
PPSMB lebih mengarahkan mahasiswa baru untuk mengenali seluk beluk kehidupan perkuliahan dengan cara yang elegan. Mahasiswa baru (disingka maba aja yaa biar nggak kepajangan) dikelompokkan menjadi puluhan bahkan ratusan kelompok yang terdiri dari berbagai fakultas. Kurang lebih terdiri dari tiga puluh orang. Mereka akan dipandu oleh dua atau tiga orang co-fasilitator yang akan mendampingi mereka selama PPSMB berlangsung. Tugas co-fasilitator adalah menyampaikan informasi-informasi terkait PPSMB kepada para maba yang menjadi tanggung jawabnya.
Maba akan diberi tugas terkait PPSMB. Karena esensi dari PPSMB adalah membenuk mental para maba agar ke depannya nanti menjadi pembelajar yang sukses, maka tugas yang diberikan pun berorientasi ke situ. Tugas harus memuat nilai-nilai keabikan. Misalnya pada tahun lalu tugasnya berkaitan dengan mengenali kampus UGM mulai dari sejarahnya, visi misinya, fakultas dan jurusannya, denah lokasinya, jenis UKM yang ada, hingga para pejabatnya. Lalu kami juga ditugaskan untuk berlatih membuat curiculum vitae (CV), membuat analisis SWOT, serta rencana-rencana dan cita-cita yang ingin dicapai.
Maba-maba yang telah dikelompokkan ini akan diarahkan untuk masuk ke kelas. Di dalam kelas, co-fas akan memberikan materi-materi terkait PPSMB. Kemudian akan ada sesi diskusi yang akan dipandu oleh co-fas. Di sini maba akan diberikan kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya, berargumen, bertanya, dan tidak jarang pula terjadi perdebatan. Namun, di sinlah letak keseruannya. Selain diskusi akan ada pula kuis-kuis dan games yang tak kalah seru. Di dalam kelas ini maba diarahkan untuk saling terbuka. Mereka berhak untuk sharing pengalaman, pemikiran, bahkan yang curhat sampe baper juga ada.
Kenapa maba dari berbagai fakultas dan jurusan dicampur aduk jadi satu? Alasannya adalah supaya senantiasa tertanam dalam diri maba bahwa mereka adalah mahasiswa UGM, bukan sedakar mahasiswa fakultas A jurusan B. Hal ini juga melatih jiwa nasionalisme. UGM ibarat Indonesia. Fakultas dan jurusan ibarat suku bangsa yang ada di Indonesia. Seringkali kita terlalu menjunjung tinggi suku kita dan lupa bahwa apapun suku kita, kita adalah bangsa Indonesia. Inilah yang ingin ditanamkan oleh UGM. Meskipun kelak mahasiswa akan disibukkan oleh perkuliahan, jangan pernah lupa bahwa mereka adalah bagian dari UGM yang terdiri dari banyak fakultas dan jurusan. Mereka adalah satu kesatuan.
Bila dilihat-lihat, co-fas merupakan garda terdepan dalam acara PPSMB. Dibandingkan panitia yang lain, merekalah yang paling sering berinteraksi dengan maba. Mereka menjadi sumber informansi, pendamping maba selama PPSMB berlangsung, dan mereka memiliki tanggung jawab terhadap maba asuhannya. Pada dasarnya, semua divisi penting dan saling mendukung satu sama lain. Tidak ada satu divisipun yang bisa berdiri sendiri. Untuk mencapai kesuksesan sebuah acara tentu diperlukan kekompakan panitianya. Namun, co-fas memiliki tanggung jawab untuk menjadi role model maba. Co-fas harus bisa menjadi gambaran mahasiswa ideal. Meskipun co-fas juga manusia yang tidak sempurna, namun ia harus mampu menggambarkan citra mahasiswa ideal. Inilah tanggung jawab yang harus diemban seorang co-fas. Namun, dibalik semua itu ada pengalaman berharga yang didapatkan apabila mengikuti kepanitiaan PPSMB Palapa.
Pada postingan berikutnya aku akan membahas divisi co-fas secara lebih detail. Karena aku berada pada divisi ini dalam PPSMB Palapa UGM 2015. So, tungguin ya! ^.^
Komentar