Beda Sekolah dengan Kuliah
Tulisan ini aku dedikasikan untuk temen-temen yang baru saja lulus SMA/SMK/MA dan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah. Perlu temen-temen ketahui bahwa sekolah dengan kuliah itu nggak sama. Ada perbedaan-perbedaan mendasar tentunya. Berikut ini aku mencoba menyebutkan apa saja perbedaannya berdasarkan pengalaman dan informasi yang aku dapakan selama setahun ini.
1. Sekolah pakai seragam, kuliah enggak
Mungin ini menjadi perbedaan yang paling mencolok. Di Indonesia, mayoritas sekolah dari TK sampai SMA mewajibkan siswa untuk memakai seragam. Kalau di luar negere atau sekolah-sekolah tertentu di tanah air mungkin nggak memberlakukan aturan ini. Tapi, mayoritas sekolah di negara kita mewajibkan anak sekolah untuk memakai seragam. Yah, mungkin tujuannya biar rapi dan enak dilihat. Tujuan lainnya supaya tidak terjadi kesenjangan sosial. Karena bisa saja nanti kalau anak sekolah dibebasin pakai baju seenaknya nanti bakal keliatan banget mana anak orang kaya yang bajunya gonta-ganti dan mentereng dengan anak anak orang miskin yang bajunya lusuh dan itu-itu aja.
Akan tetapi, di kampus udah nggak ada nih aturan pakai seragam. Jadi, semua orang bebas berekspresi dan mengekspresikan dirinya. Mau pakai baju model apa monggo, mau baju nggak ganti-ganti juga monggo. Intinya baju bukan persoalan utama. Yang terpenting bukan kamu pakai baju apa tapi kamu punya apa di dalam kepala kamu. Yah, lebih menonjolkan kecerdasan sih kalo di kampus. Namun, bukan berarti nggak ada aturan tentang baju loh ya. Di kampus-kampus tertentu ada yang memberlakukan aturan mengenai busana. Misalnya bajunya harus berkerah, nggak boleh pakai sandal jepit, dan nggak boleh pakai celana pendek. Biarpun bebas, tapi tetep sopan dan pantas dilihat lah.
2. Di sekolah diajar guru, di kampus diajar dosen
Ini sih anak SD juga tahu. Namanya sekolah ya ketemu guru, kalo kuliah ya ketemu dosen. Intinya, guru dan dosen sama-sama tenaga pengajar dan pendidik sih. Mereka punya kewajiban untuk menyampaikan ilmu kepada anak didiknya. Bedanya adalah kalau guru akan mengajarkan materi sampai muridnya benar-benar paham. Memahamkan murid menjadi lebih wajib buat guru. Beda dengan dosen. Dosen wajib menyampaikan materi, tapi nggak wajib-wajib amat buat bikin mahasiswanya itu paham. Ya, namanya juga mahasiswa udah pada gede-gede otomatis dianggap udah dewasa. Jadi, udah bisa menentukan pilihannya sendiri. Dosen di sini perannya lebih kepada pembuka jalan. Kalau mahasiswa mau kepo lebih jauh ya monggo, kalau enggak ya nggak apa-apa. Toh, resiko nggak bisa ngerjain soal pas ujian ditanggung sendiri.
3. Sekolah jadwalnya pasti, kuliah enggak
Bukan berarti kuliah nggak terjadwal juga loh. Maksudnya adalah sekolah dan kuliah memiliki sistem perjadwalan yang berbeda. Kalau sekolah kan jadwalnya tiap tahun udah dibikinin sama pihak akademik. Jadi, guru sama murid tinggal ngikutin aja. Dan jadwalnya tuh bisa naudzubillaah bikin kepala pening. Udah gitu masuk tiap hari dari pagi sampai siang.
Nah, kalo di kuliah jadwalnya kita sendiri yang nyusun. Terserah kita mau kulia apa aja, kapan waktunya, siapa dosennya. Mau masuk jam berapa, pulang jam berapa, kuliah hari apa aja, terserah kita. Enak kan? Meskipun ada juga kampus yang masih menerapkan sistem paket. Jadi ya nggak ada bedanya sama sekolah. Jadwal udah ditentuin dari sononya.
4. Sekolah musti masuk tiap hari, kuliah enggak
Nenek-nenek juga tahu anak sekolah itu musti masuk tiap hari. Dari jam tujuh pagi sampek siang atau bahkan sore. Udah kayak pegawai aja tuh. Di sinilah perbedaan mencoloknya dengan kuliah. Jadwal kuliah tida sepadat jadwal sekolah. Dalam satu minggu ada hari-hari di mana kuliahnya nyantai banget atau bahkan nggak ada kuliah. Kembali lagi kan kalau kuliah kita sendiri yang nyusun jadwalnya. Jadi kita bisa aja tuh misal naruh hari selasa nggak ada kuliah sama sekali atau bikin hari Kamis kuliah full dari jam tujuh pagi sampek malem. Kembali lagi, kan suka-suka gue.
5. Sekolah serba diajarin, kuliah belaar senidiri
Di sekolah, guru memegang peranan yang sangat krusial dalam menanamkan pemahaman bagi muridnya. Bahkan ada yang sampai ngasih les tambahan biar murdinya bener-bener paham. Intinya tanggung jawab untuk bikin muridnya pintar itu gede banget dan kalo guru mah.
Kalo kuliah, peran dosen lebih kepada pembuka jalan aja. Misal kita kuliah mikrobiologi, dosen tuh yaudah nyampein materi aja. Terus habis itu ngasih tahu kalau poin-poinnya tuh ini dan ini, ngasih tahu sumber bacaan dan referensi (mau dipakai terserah, enggak juga terserah). Intinya kalo kuliah itu lebih kepada kita yang butuh. Dosen cuma nganterin sampe gerbang ilmu pengetahuan, ngasih kuncinya ke kita, nunjukin jalannya. Perkara itu kunci mau kita gunain bener-bener atau enggak, atau jalannya mau bener-bener kita telusuri atau enggak kembali lagi ke diri kita masing-masing. Kita udah gede, udah bisa mikir sendiri. Udah bisa mikir mana yang bener mana yang enggak, Jadi, tugas dosen cuman nunjukin jalan buat kita,
Well, itu tadi poin-poin utama yang perlu diketahui oleh mahasiswa baru. Semoga bermanfaat dan bisa memberikan gambaran tentang dunia kuliah. Kalo ada yang mau nambahin monggo. Bisa lewat komentar atau kirim email ke putrieky.mail@gmail.com. Kritik dan saran sangat aku harapkan. Atas kesediannya meluangkan waktu mampir di blog ini aku ucapkan terima kasih ^.^
Komentar