Masih Ada Langit Di Atas Langit

Di atas langit selalu masih ada langit. Entah ada berapa langit yang diciptakan Tuhan untuk menyelimuti semsesta ini. Manusia tidak akan menjadi yang terhebat Selalu saja ada yang lebih hebat. Kebanggaan, kesombongan, dan perasaan hebat hanyalah tipuan.

Inilah yang saya rasakan akhir-akhir ini. Waktu bergulir begitu cepat. Kesibukan demi kesibukan terlewat begitu singkat. Banyak hal yang saya alami akhir-akhir ini. Harus diakui kemampuan saya meningkat dan diri saya kian berkembang. Saya senang atas segala kemjuan ini. Namun, di sisi lain muncul sebersit rasa bangga yang cenderung mengarah ke sombong di salah satu sudut hati. Saya merasa hebat!

Bila saya tidak segera menyadarinya, ini bisa menjadi bumerang yang akan balik menyerang saya. Kemajuan yang telah saya capai akan kandas sia-sia karena termakan kesombongan. Ya, sombong bisa melenakan. Sombong bisa menghambat  kemajuan berikutnya. 

Saya disadarkan oleh instagram salah satu teman saya yang hobi fotografi. Mungkin ini adalah cara Tuhan menegur saya. 

Iseng-iseng saya membuka instagram dengan ponsel saya. Saya pun menelusuri foto demi foto yang diunggah teman pada laman Home. Lalu saya pun beralih pada laman Search. Di situ secara tak sengaja saya menemukan akun teman saya. Kami teman namun hanya sebatas teman. Saya hanya mengenalinya sebagai.. yah dia yang sehari-hari saya lihat saja. Saya belum pernah terlibat suatu kerja sama yang intens dengannya. Jadi bisa dibilang saya hanya tahu dia dari luarnya saja dan dari omongan teman-teman lainnya.

Begitu saya buka akun instagramnya saya dibuat takjub oleh hasil jepretannya yang luar biasa. Ternyata dia memang mendalami hobi fotografinya. Satu per satu saya amati foto yang dia unggah. Semua fotonya berkesan dan mampu berbicara. Dia bisa membuat sebuah foto terlihat hidup dan bila dilihat meninggalkan kesan di hati pengamatnya.

Dari situ saya tersadar. Bahwa di dunia ini ada begitu banyak orang hebat. Saya belajar bahwa kita tidak akan pernah mejadi yang terhebat. Karena jika kita sampai pada tahap tertentu, bisa saja ada orang lain yang lebih tinggi tahapannya dari kita. Atau bisa saja tahap yang kita tempati sekarang ini bukanlah tahap tertinggi yang bisa kita capai. Bisa saja kita mencapai tahapan-tahapan berikutnya yang lebih dari sekarang.

Itulah mengapa di atas langit selalu masih ada langit. Dan tentu saja tahapan tertinggi dari semua tahapan yang adalah Tuhan Pencipta Alam. Dia yang menciptakan kita. Tentu saja levelnya jauh di atas kita. Jadi, ini sebagai bahan evaluasi diri saya sendiri dan mengingatkan teman-teman juga bahwa kita tidak boleh sombong dan merasa diri paling hebat. Karena di atas langit, selalu masih ada langit.

Hal ini berlaku bukan hanya dalam bidang fotografi atau dalam bidang yang sedang teman-teman geluti, namun untuk semua bidang. Kita jangan pernah merasa diri paling hebat lantas malas untuk belajar dan meningkatkan kemampuan yang sudah ada. Kita harus terus belajar dan memperbaiki diri tak peduli sudah di tahapan yang mana kita sekarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali