Junk Reading
Apa yang terlintas di pikiran teman-teman ketika mendengar kata junk? Apakah yang terlintas adalah laman junk pada email di mana pesan masuk bukannya ke inbox tapi malah ke laman junk? Ataukah terpikir pada junk food? Makanan-makanan siap saji yang sarat lemak dan minim nutrisi. Atau teman-teman teringat tumpukan sampah di sudut kamar?
Junk bisa diartikan barang-barang rongsokan. Itu artinya junk bisa disamakan dengan sampah bukan? Lalu ada kata reading yang artinya membaca. Lantas apa itu junk reading? Apakah kita membaca sampah? Kemudian tergambar adegan teman-teman mengaduk-aduk tumpukan sampah mencari bahan bacaan. Bukan, bukan, bukan seperti itu juga kok.
Saya mengenal kata junk reading dari mantan guru les bahasa Inggris saya beberapa waktu yang lalu. Selama sebulan saya sempat mengikuti les bahasa Inggris untuk TOEFL Preparation. Dalam TOEFL, kemampuan bahasa Inggris yang diujikan adalah Listening, Structure, dan Reading. Sebenarnya, guru hanya bisa membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan structure. Sementara listening dan reading, tidak bisa dijamin oleh seorang guru les. Ini guru saya sendiri lho yang bilang. Untuk itulah beliau mengenalkan trik-trik untuk bisa meningkatkan kemampuan listening dan reading. Salah satunya adalah melalui junk reading.
Bila kita bicara junk food, kita bicara tentang makanan yang sebenarnya minim nilai gizi dan cenderung kurang menyehatkan, tetapi mengenyangkan serta disukai banyak orang. Makanan ini tidak membuat kita lebih sehat tetapi mampu menghilangkan rasa lapar. Mirip dengan junk reading. Junk reading adalah kegiatan membaca bacaan yang sebenarnya tidak begitu penting dan cenderung tidak membuat kita bertambah pintar namun bisa meningkatkan kemampuan kita dalam berbahasa.
Contoh riilnya adalah majalah gosip artis. Itu adalah contoh junk reading. Bila kita membacanya setiap hari padahal pekerjaan kita tidak berhubungan dengan dunia keartisan beserta gosip-gosipnya, kita memang tidak akan mendapat apa-apa yang bisa lebih mencerdaskan otak kita. Namun, kemampuan bahasa kita bisa meningkat. Apabila majalah gosip itu berbahasa Inggris maka kemampuan bahasa Inggris kita bisa meningkat tanpa disadari.
Dengan membaca, otomatis kosa kata kita bertambah. Ini bisa meningkatkan kemampuan speaking karena perbendaharaan kita bertambah luas. Kemampuan writing juga bisa meningkat, karena kita biasa melihat susunan kalimat berbahasa Inggris. Ketika disuruh menuliskan beberapa kalimat berbahasa Inggris, kita tidak akan ngeblank-ngeblank amat karena minimal kita punya simpanan kalimat di otak kita. Dan yang sulit dipercaya, kemampuan listening juga meningkat setelah seseorang terbiasa melakukan junk reading paling tidak selama sebulan. Untuk yang terakhir ini, guru saya juga belum menemukan alasan tepatnya mengapa.
Saya juga sedang mempraktikkan junk reading ini selama beberapa hari. Saya mendapati bahwa saya mampu mendengar kata-kata berbahasa Inggris dari lagu dengan lebih jelas. Kata-kata yang dilantunkan oleh penyanyi Western itu jadi begitu mudah dicerna oleh telinga dan otak saya.
Jadi, kesimpulannya adalah membaca dapat meningkatkan kemampuan berbahasa. Sekalipun yang dibaca adalah bacaan-bacaan yang tidak begitu penting. Namun, apabila dilakukan secara rutin bisa memberikan dampak yang luar biasa pada kemampuan kita dalam berbahasa. Logika saya adalah: jika bacaan yang masuk kategori junk reading saja mampu meningkatkan kemampuan kita apalagi kalau yang kita baca adalah bacaan-bacaan bermutu yang memang bisa membuat kita lebih pintar. So, tunggu apa lagi? Ayo kita buktikan khasiat dari junk reading ini sekarang juga.
Bacaan yang mau dibaca bebas. Tergantung kesukaan kita masing-masing. Tidak usah memaksa membaca yang berat-berat dulu. Baca saja dulu yang ringan-ringan. Asalkan rutin, manfaat itu pasti mengikuti kok.
Komentar