Stress #1
I am stressed and no one understands me. Nobody. Setiap orang yang tak curhatin tak sambatin nggak ada yang bisa bantuin ngurangin stressku. Nggak ada. Even unyus, gondes, ternyata sama aja nggak ada yang bisa even nenangin aja. Nggak ada. Aku stress, aku pusing, aku bingung, aku suntuk, aku muak, aku capek. Harus ngadepin begitu banyak hal. Begitu banyak masalah. Begitu banyak resiko. Pusing. Capek. Sometimes aku nggak butuh bantuan moril sampek kamu harus ikut pusing dan mikirin masalahku. At least aku butuh kamu buat bantu diriku sendiri ngurain benang kusut ini, no more. Itu aja udah bagus banget.
Aku bangun setiap pagi oleh bunyi bising alat-alat penghalus kayu, bor, palu, las, dsb karena tepat di samping dinding rumahku ada home industry macam itu. Kadang aku bisa bertahan kadang aku sakit telinga. Dan itu benar-benar sukses membuatku stress di pagi hari. Aku punya halaman yg luasnya bisa buat parkir mobil berapa biji padahal dan itu aku jarang nyapu halaman. Halaman itu belum dipaving sehingga ada rumput pada numbuh. Dan kalo mau bagus bersih ya kudu dicabutin. Di depan teras ada sederet tanaman paksaan dan itu gampang layu sehingga aku harus menyiraminya setiap hari.
Aku bangun setiap pagi oleh bunyi bising alat-alat penghalus kayu, bor, palu, las, dsb karena tepat di samping dinding rumahku ada home industry macam itu. Kadang aku bisa bertahan kadang aku sakit telinga. Dan itu benar-benar sukses membuatku stress di pagi hari. Aku punya halaman yg luasnya bisa buat parkir mobil berapa biji padahal dan itu aku jarang nyapu halaman. Halaman itu belum dipaving sehingga ada rumput pada numbuh. Dan kalo mau bagus bersih ya kudu dicabutin. Di depan teras ada sederet tanaman paksaan dan itu gampang layu sehingga aku harus menyiraminya setiap hari.
Komentar