Selamat Pagi !

Orang

Belum tertidur. Habis membaca habis postingan di blog orang dari tahun 2008 sampai 2017. Berapa tahun tuh? Sembilan. Kurang kerjaan? Bukan. Memang beneran menarik. Orang keren yang punya karakter. Ya jadi kenapa enggak... Seperti membaca buku, novel, biografi (?) Dari orang itu masih labil dan alay ala abege SMP, sampai tulisannya punya taste.. Ada prosesnya, ada sembilan tahun dia rajin memperbarui postingan di blognya, ada masa-masa dia melalui harinya dengan sekolah-les-ngerjain PR-ulangan-lulus-nyari sekolah lagi-jadi murid baru-sekolah lagi-ujian lagi-SBMPTN-jadi maba-jadi mahasiswa semester lima yang tugasnya seabrek-dan jadi mahasiswa semester atas kaya sekarang, ada buku-buku dan lagu-lagu yang mengisi hari-harinya, ada keluarga dan orang-orang yang jadi prioritasnya dan selalu mensupportnya. Stalking? Bukan, bukan stalking. Ini namanya belajar dari pengalaman orang lain. Strategi perang.

Iya, belajar. Bahwa sekeren apapun sosok yang kita lihat saat ini, ada ribuan hari yang ia lalui untuk berproses. Di balik kefasihannya casciscus presentasi pake bahasa Inggris ada tahun-tahun remajanya yang dia habiskan di tempat les-lesan setiap sore. Di balik kecadasan pemikirannya ada orang-orang yang selalu memberinya kuliah kehidupan dan bertumpuk buku-buku yang dia baca serta sudut-sudut kota yang dia datangi seorang diri. Ya, nggak nyesal deh menghabiskan tiga jam lewat tengah malam mantengin layar 5,5 inchi nyecrollin postingan orang satu-satu.

20/10

Aku belum tamat baca Tugu Rakyat-nya BEM-SI. Salut sama anak-anak BEM-SI yang udah bikin tuntutan itu, gak main-main loh.. 300an halaman. Kemarin malam aku baca sampai halaman ke-8 dan loading page di halaman ke-9. Akhirnya aku download dari link lain tapi kok aneh, cuman 200an halaman. Isinya mirip sih, cuman takut itu bukan yang asli. Hebat loh mereka. Sebegitu pedulinya sama Indonesia. Sebegitu perhatiannya sama pemimpinnya. Terbayang hari-hari yang mereka lalui dengan rapat dan berdiskusi buat matengin kajian. Terbayang betapa khusyuk dan syahdunya forum-forum yang mereka gelar di selasar-selasar kampus. Nah, kan. Rindu.

Banyak yang bilang hari gini massa demo bisa dicari. Aksi bisa disetting, massa bisa dibakar pakai orasi yang ciamik, tinggal cari orator yang yahut, sambungin sama idealisme mahasiswa, beres deh gelar longmarch bawa spanduk teriakin yel-yel. Mungkin benar, mungkin tidak. Hari gini mahasiswa yang beneran peduli masih eksis kok. Yang nggak nyari bayaran buat beneran ngingetin pemimpinnya, yang nggak kepikiran materi buat ngingetin sesamanya.

Layaknya sejarah, mungkin hal ini akan terus berulang. Yang apatis ya nggak akan ambil pusing. Sudah biasa mahasiswa ngedemo pemerintah. Pemerintah yang apatis juga terus mikir udah biasa mahasiswa kerjaannya demo, tar juga bubar sendiri. Dan lucunya lagi ga jarang loh si pendemo itu setelah dia lulus lantas bertahun-tahun berikutnya ganti dia yang didemo. Terus dia nanti juga sepaham sama pemerintah yang apatis. Lah?

Lucu lagi juga, aku mau nulis apasih dah lupa...

Entah aku yang terlalu lama apatis, atau baru-baru sekarang aja nyandak dan selo uteknya buat kepikiran sama beginian. Pasca 98 sampe pertengahan masa kuliah, kok kayaknya aku nggak pernah yak lihat drama aksi sebagaimana hari-hari ini. Timelineku ramai, semua bahas Tugu Rakyat, Tujuh Gugatan Rakyat. Jadi inget Tritura di buku sejarah kan. Apa ya? Masih nggak nyangka aja, peristiwa seperti ini masih bisa terjadi. Kukira itu benar-benar tinggal sejarah. Kukira hal-hal seperti itu udah jauh tertinggal di belakang. Ku kira di eraku sudah tidak ada hal semacam itu lagi.

Kukira mahasiswa ditahan itu cuma cerita lama. Negeriku jadi ramai. Tapi aku lagi jauh dari keramaian itu. Aku pun nggak tahu harus senang atau sedih. Bahkan BEM-KM sudah keburu menyatakan sikap, mendahuluiku. Gercep memang, waw juga baca republika yang dijadiin IG story sama mas presma tahun sekian. Iya, memang sedih lihat kabar penahanan kawan di media. Bikin geger.

Hmm, belum lagi kebaperan warganet yang postingannya di Line bolak-balik terhapus. Framing, katanya. Media memang nggak netral. Ada yang buta sampe-sampe seperti menyembah tuannya begitu. Ya, tapi pemerintah juga isinya manusia-manusia. Ya, selayaknya presma beserta jajaran menterinya. Sebagaimana ketua dan jajaran kepala departemennya. Negara kan organisasi juga toh. Pejabatnya layaknya pengurus harian (PH), yang pernah jadi PH ngerti lah ya dinamikanya gimana (ngejar proker akhir tahun, nyari sponsor buat event, bolak-balik ngurus ijin buat acara, ngurusin anak-anak yang ilang-ilangan, padahal paper juga harus ditumpuk, belum lagi nyinyiran temen sekelompok gara-gara kitanya suka pecah fokus, sampe kamar kos yang rupanya udah abrakadabra). Sejelek-jeleknya organisasi, nggak mungkin jelek-jelek banget lah. Sepayah-payahnya orang-orangnya toh mereka kerjanya juga bareng-bareng kok, mereka punya visi yang pingin dicapai, mereka punya misi untuk mencapainya, selalu ada kebaikan di dalamnya.

Tapi aspirasi emang harus didengar. Tahu kan kenapa telinga ada dua dan mulut ada satu? Dengerin dulu deh :) Dua-duanya emang kudu sabar sih ya, kudu sama-sama bijak juga. Ya, jangan sembarang bersikap, jangan asal memihak... Semoga segera cerah seperti langit pagi hari-hari ini, aamiin...

Mari berdoa saja, untuk negeri kita :) Pemerintah sudah baik, rakyat juga sudah baik. Dua-duanya sudah baik, ayo lebih membaik lagi :')

Sibuk atau Menyibuk

Akhirnya semuanya ambyar dewe-dewe. Mrotoli satu-satu. Ilang perlahan, ga tau ke mana. Udah semester segini lah ya, wajar. Yang satu ngurusin seminar, satunya ngurusin uspen, satunya ngejar dosennya, satunya ke mana. Akhirnya mati deh, sepi. Dan event-event masih ramai bertebaran. Tambah sibuk kan. Yaudah, gapapa deh semangat ya kalian :)

Salah satu alasan kenapa aku suka banget mantengin Instagram adalah dia bisa ngasih tau kabar-kabar temen-temenku. Iya, temen-temenku yang hari ini seminar-uspen siapa aja. Bisa ngasih liat suasanan ruang tiga kosong berapa deh itu yang dipake buat seminar-uspen. Bisa lihat mereka hectic, panik, degdegan, dan akhirnya bikin selebrasi ala-ala pake Boomerang. Ketika grup-grup Line mulai mati, cuma IG story yang bisa jujur ngasih liat apa-apa yang terjadi biar aku nggak terasing sendiri.

Sumpah aku nggak tau, akan seperti apa uspenku nanti. Bukan soal materi uspenku yang bikin aku bertanya-tanya. Tapi bakal seperti apa ruang tiga kosong berapa itu selama aku menggelar uspen. Selain DPS sama dosen-dosen yang lain apa masih ada manusia-manusia yang masih mau nyempetin waktunya di tengah ke-hectic-an nyari data, ngolah data, nyusun skripsi. Gatau juga sih, ga banyak berharap juga. Like, ada ya syukur, engga ya udah show must go on...

Menjadi dewasa itu menyenangkan kok, meskipun harus melihat satu-satu temanmu mulai pada sibuk sama hidupnya, mengejar ambisi-ambisinya, dan kalian mulai kehilangan momen-momen nyampah nggak jelas ngomongin segambreng hal dari Sabang sampai Merauke.


Ya Tapi Realitanya

Ya tapi realitanya juga adalah tiga belas hari dari sekarang aku harus presentasi di 2N-403. Yang artinya aku harus nyiapin slidenya, harus menenggelamkan diri baca-baca jurnal, baca buku, berjam-jam di perpus, nyamperin sensei ke ruangannya, diskusi, balik lagi ke perpus, baca jurnal lagi, ngekstrak jurnal-jurnal itu karena sensei sangat mengharamkan yang namanya copy and paste. Ah lebay, ga segitu sibuknya juga kali. Dijamin aku masih sempet nontonin konser-konsernya Sheila On 7 juga.

Tapi mau ada festival juga. Dan berdasarkan cerita senpai beneran bakal rame banget, tiga hari loh. Akan ada stand banyak banget. Dan ada tugas juga buat bikin poster. Terus posternya di print. Terus nanti presentasi juga di stand. Padahal juga harus ke stand PPI sama buddies juga. Terus kan aku juga harus jalan-jalan ngelihat stand yang lain dong.

Padahal, weekend ini juga ada hanabi. Dan Sabtu ini mau berkontemplasi lagi sama alam, biar makin cinta sama bumi yang efeknya jadi sayang kalo mau buang-buang energi. Terus terus sensei juga udah ngirimin email isinya link-link gitu buat belajar bahasa Jepang. Padahal ngirimnya dari hari apa, dan kelasnya hari Kamis. Lah besok dong (?) Lalu minggu ini juga harus ke Gyomu lagi, sumber protein hewani halal perlu di stok lagi. Terus apa lagi sih... ah kayaknya begitu doang. Oh iya jangan lupa tanggal 3 piknik biar nggak bego berminggu-minggu rutinitasnya cuman kampus-asrama-kampus lagi-asrama lagi-paling suppa-suppa-suppa-suppa. Lah?

Eh udah mau jam lima pagi aja di sini, di Indonesia pasti baru jam-jam orang bangun tengah malem buat sholat tahajud kan. Oke, selamat berdoa :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali