Buta Otomotif
Aku buta otomotif, aku buta permesinan, aku buta mekanik.
Aku nggak ngerti, nggak paham, bagian-bagian sepeda motor. Aku juga nggak
ngerti seberapa sering oli harus diganti, bagaimana kinerja oli, kenapa dia
harus diganti, apa yang menyebabkan dia diganti, aku nggak ngerti, sumpah.
Mungkin dulu pernah dikasih tau, tapi aku lupa. Ya wajar lupa, prioritas utama
dalam pikiran aku bukan soal oli kok. Aku cuman tau, kalo bensin tinggal dikit
berarti itu harus diisi. Aku juga tau kalo ban udah mulai kempes artinya harus
ditambah angin. Aku nggak suka ngurusin perkara tambal ban. Bingung ngga sih,
susah juga. Kalo ban bocor, dinaikin katanya ngga boleh. Tapi kalo mau
ngedorong Subhanallah ngoyonya ampun-ampun deh. Aku juga nggak ngerti urusan
perbusian. Aku bahkan baru recognise sama bentukannya busi itu setahun yang
lalu dan sekarang udah lupa lagi. Aku nggak ngerti dia itu cara kerjanya
gimana, nggak paham aku. Terus injeksi, karburator, apalah itu. Apa sih
fungsinya mereka. Gimana sih cara mereka bekerja.
Btw aku nggak bodoh, kalau aku nggak tau tentang
suatu hal bukan berarti aku bodoh. Aku cuman belom pernah belajar hal ini
dengan benar aja selama ini. Like, jangan harapkan aku bakal langsung bisa dan
mengerti dan menjadi ahli yang paham seluk beluk komponen sepeda motor hanya
karena aku duduk manis di bengkel nungguin servisan. Atau juga, jangan harapkan
aku untuk langsung pintar dan paham seluk-beluk mesin sepeda motor hanya karena
suatu hari aku ke bengkel karena harus ganti busi lalu lantas aku bisa paham
semuanya dan bisa siap sedia ketika suatu saat motorku bermasalah. Juga jangan
pernah sekalipun berpikir bahwa aku pintar di sekolah lantas otomatis aku juga
sepintar dewa di segala bidang dan lini kehidupan. Naif sekali pikiran itu. Aku
pintar juga bukan karena aku tiba-tiba dapat wahyu lewat malaikat ilmu
pengetahuan yang dikirim Tuhan. Macam nabi saja. Aku pintar ya karena aku
belajar. Bisa saja aku cerdas dan punya daya tangkap yang bagus, tapi kalau
tidak belajar ya bagaimana bisa pintar. Pikir tidak?
Sekarang, dari mana aku bisa pintar kalau baca manual book
saja tidak pernah. Dari mana aku bisa pintar kalau aku tidak pernah dikasih
buku petunjuk pemakaian. Dikasih motor tapi nggak dikasih buku manual, lantas
aku belajar dari mana. Lalu bagaimana caranya aku bisa paham seluk-beluk
komponen motor kalau aku tidak pernah melihat peta anatomi sepeda motor itu
sendiri. Kalau aku tidak pernah belajar tentang anatomi, morfologi, fisiologi
dari motor. Dari mana? Oke, selain buku dan peta... di mana aku bisa temui guru
atau mentor yang mau dengan sabar ngajarin aku soal permesinan dari A sampai Z,
yang mau menjelaskan kenapa ban bisa kempes. Yang mau menjelaskan bagaimana
jarum penunjuk bensin bisa bekerja, kenapa dia bisa jadi indikator padahal
letaknya di stir dan tangki bensinnya di bawah jok.. mesin bekerja dengan cara
gimana... kenapa yang ngegas tangan tapi yang muter bisa ban belakang... Coba
kenapa? Prinsip kerjanya gimana, hubungan antar komponennya gimana..
Coba, di mana aku bisa belajar kaya gitu secara gamblang.
Masa iya aku harus ngambil kursus hanya demi ngerumat sepeda motor. Masa iya
aku harus ikut kuliah anak mesin hanya demi biar aku paham soal beginian.
Jangan kamu pikir, dengan betulin satu
komponen yang rusak di bengkel terus aku bisa langsung paham. Hey, kamu lupa
aku ini anak sekolahan... aku sekolah 12 tahun belum termasuk elesnya...
ditambah kuliah empat tahun... belum lagi eles dan praktikumnya.. otakku
terbiasa berpikir secara runtut dan ilmiah... Ditambah lagi aku bukan tipe
otodidak yang dengan sekali lihat aja terus langsung bisa-bisa sendiri. Ya
kali... belajar baca aja ngeja hurufnya satu-satu.. belajar biologi aja
bertahun-tahun buat bisa ngerti cara kerja tubuh makhluk hidup... belajar
bahasa Inggris aja juga bertahun-tahun... dan semuanya ada kurikulumnya,
bertahap, konsisten, logis, dan masuk akal. Lalu, kamu berharap aku ngerti
otomotif hanya karena setahun dua kali nongkrong di bengkel karena harus ganti
komponen? Yang harusnya mikir itu siapa... oh iya, dan satu lagi... Aku masih
punya segudang hal yang harus aku pelajarin dan jelas-jelas relevan buat hidup,
karir, dan masa depan aku...
Komentar