Mum

sumber gambar :http://mycargear.com/


Life is never flat. Iya, memang :) Kadang naik, kadang turun. Kadang dipuja, kadang dihujat. Ah, biasa. Katang di atas, kadang di bawah. Kadang bersama, kadang tak bersua. Kadang sepi, kadang sendiri. Kadang berhasil dan dipuji. Kadang jatuh dan semua seperti runtuh. Ah, biasa.

Siapa yang bilang kalau berjuang itu menyenangkan? Siapa yang bilang kalau berjuang tidak akan melelahkan? 

Tetapi, selelah apapun kamu ketika memperjuangkan sesuatu,  kamu harus selalu ingat bahwa di sana ada yang senantiasa berjuang untukmu. Ada yang berjuang melawan kantuknya di sepertiga malam untuk bangun dan bermunajat kepada Yang Kuasa. Berjuang bangun dan tahajud untuk mendoakan kebaikanmu. Ingatlah dia yang rela bersusah payah demi kemudahanmu. Dia yang rela capek, dia yang rela pusing, demi apa lagi kalau bukan demi kamu. Lantas, dia itu siapa? Siapa lagi kalau bukan ibumu? 

Sampai bumi runtuh dan gunung jadi debu semuanya pun tidak akan pernah habis sajak untuk ibu. Namanya selalu disebut oleh para malaikat di langit sana. Doanya selalu diijabah oleh Tuhan. Hatinya selalu terpaut pada buah hatinya yang sudah besar dan berada jauh darinya.

Kamu boleh lelah, kamu boleh mengeluh, tapi kamu tidak boleh menyerah apalagi berhenti di tengah jalan. Kamu harus ingat ibumu di rumah selalu berdoa buatmu. Kamu harus ingat perjuangan ibumu pasti lebih sulit dan lebih melelahkan. Jadi, sekalipun kamu lelah, kamu harus ingat bahwa ibumu yang lelah tidak pernah mengeluh dan ibumu selalu rela berlelah-lelah demi kamu.

Terlalu banyak jasa ibu bagi hidupmu. Terlalu banyak hal heroic yang dilakukan ibu buatmu. Terlalu banyak pula perasaan tidak mengenakkan yang harus dirasakan ibumu buat siapa lagi kalau bukan buatmu. Ibumu itu luar biasa. Ya Tuhan, tolong jaga dan lindungi semua ibu di seluruh dunia ini. Beri mereka kesehatan, kekuatan, dan kebahagiaan. Tolong jangan sakiti perasaan mereka. Tolong bahagiakan hidup mereka Tuhan, aamiin..

Kalau kamu mulai malas dan lelah, ingatlah ibumu. Ingat wanita itu. Saat kamu malas mencuci bajumu sendiri, ingatlah bahwa dari kamu lahir ke dunia ibumu yang mencucikan semua bajumu, menjaganya tetap bersih, menyetrikanya dengan rapi, menatanya di lemari yang bersih. Lihat bagaimana perjuangan ibumu agar kamu bisa memakai baju yang bersih dan wangi. Lihat bagaimana ibumu menyetrika bajumu sampai licin demi melihatmu memakai baju yang tidak kusut.

Kalau kamu malas membersihkan kamar dan membiarkannya berantakan, ingat ibumu yang selalu menyapu setiap hari, membersihkan rumah, merapikan barang, mengelap bahkan. Semua itu dilakukannya demi penghuni rumahnya bisa tinggal dengan nyaman. 

Kalau kamu merasa ngenes menjadi jomblo yang harus membeli makanan sendirian, ingat ibumu yang bertahun-tahun menyiapkan makan buatmu. Ibumu yang membeli bahan makanan, ibumu yang meraciknya di dapur sampai jadi santapan di meja makan, bahkan ibumu juga yang mencuci perkakas dapur. Terkadang ibumu pun harus pergi keluar rumah dan membeli makan sendirian bagi penghuni rumahmu. Apakah ibumu dibayar untuk melakukan semua itu? Tidak.

Lantas apakah kamu tidak malu jika semangatmu sedikit-sedikit melempem? Malulah pada ibumu yang kasih sayang dan cintanya nyata. Yang bukan hanya manis di bibir saja. Yang selalu memberikan bukti cintanya dengan action, action, dan action. Contohlah ibumu, nak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali