Hanya Anggapan
| Sumber :http://humas.acehtengahkab.go.id/ |
Jalan itu panjang. Jalan itu tidak selalu lurus. Adakalanya berkelok dan menikung tajam. Jalan bisa menanjak dan menurun. Terkait pengalaman kemarin menyusuri jalan yang lumayan panjang, itu adalah 100 km pertama saya dengan sekuter matic. Sebelumnya, saya hanya mematok dalam pikiran saya bahwa dengan motor saya hanya bisa menjangkau tempat-tempat di dalam kota yang dekat dengan rumah saja. Tempat itu adalah yang dijangkau dengan mudah di atas jalanan aspal yang landai. Selama ini saya tidak bisa menyusuri jalan menanjak dan menikung. Pun, saya pikir mendapatkan Surat Ijin Mengemudi akan menjadi hal yang sangat ribet. Namun, saya berhasil mematahkan semua anggapan itu.
3 Juni lalu awal pertama saya menggenggam gas menanjak pegunungan di daerah tempat saya tinggal. Awalnya saya ragu. Namun, ketika tanjakan itu semakin dekat ia semakin terlihat landai. Demikian halnya dengan tikungan. Pada mulanya memang sulit mengendalikan diri sendiri dan kendaraan yang dibawa ketika melewati tikungan tajam. Namun setelah sekali dua kali, badan dan tangan mampu dengan cepat belajar memposisikan dirinya ketika melewati tikungan ke kanan dan ke kiri. Bahkan melewati jalanan berliku menjadi menyenangkan karena badan ikut meliuk ke poros sementara kendaraan dienggak-enggokan. Seperti berenang rasanya.
Alhamdulillah... beberapa masalah yang sebulan kemarin terlihat sangat ngeblur dan samar sekali jalan keluarnya bahkan terlihat mustahil, bulan ini telah beres. Semua berjalan sesuai rencana. Sesuai dengan perhitungan walaupun sedikit meleset. Semoga saja kemudahan ini benar-benar memberikan manfaat. Benar kata Allah bahwa sesudah kesukaran itu ada kemudahan, sesudah kesukaran itu pasti ada kemudahan. Pandai-pandai kita saja dalam bersyukur. Alhamdulillah..
Ada lagi firman-Nya yang intinya, hendaklah kita selesaikan satu urusan kemudian kerjakan urusan lainnya. Poin pentingnya adalah kita diperintahkan untuk fokus pada satu urusan, pada satu masalah, benar-benar menyelesaikannya sampai tuntas baru kemudian pindah mengerjakan urusan yang lain. Maksud dari perintah ini tentulah baik. Karena memang sulit apabila kita melakukan beberapa urusan sekaligus meskipun tujuannya adalah untuk efisiensi.
Terakhir, jangan pernah lupa untuk selalu melibatkan Dia dalam hal apapun yang kita lakukan.
Komentar