Kagol Cuk :)
Yeay finally ketemu laman ini lagi :"D sebulan KL internet limited, laptop dibawa nyaris ga guna. Mo cerita bingung ke mana, ke siapa, untung temen KL-nya baik. Nggak penting emang ceritanya, receh, nggak menarik, nggak ada faedahnya. Tapi, namanya temen, pasti diceritain.
Temen SMA, berlima. Sekarang berenam. Bulan-bulan kemarin asik. Lebih dari enam bulan yang lalu malah asik banget. Sampe diposting how much I happy to have them as my bestie. Sering banget cerita ke mereka. Tentang apa aja. How I feel, how I think, my dream, my idea, my experience, my daily, my bad, my good, everything, almost.
Layaknya peribahasa, "panas setahun dihapus hujan sehari" atau "karena nila setitik, rusak susu sebelanga"
Kejadiannya sore hari. Mungkin sekitar seminggu yang lalu. Lagi berada pada situasi yang nggak banget. Bingung mau ngapain. Semua orang tertunduk ke layar HP, gatau mereka buka apa. Gatau kenapa mereka seakan ga ada bosennya liat video-video di IG. Ga ngerti. Rasanya kaya mau kesurupan. Bingung mau ngapain, bingung mau ngomong apa. Akhirnya ikutan liat hape. Ngechat grup temen SMA. Saking gabutnya, ngetik semua yang ada di pikiran, ngetik semua yang dirasain, ngetik-ngetik nggak jelas. Andai mereka cuman ngeread, gapapa. Andai mereka cuman bales singkat, I'm okay. Mereka bales stiker doang, I don't give a shit about that.
Gatau kita baru temenan berapa lama. Mungkin ga semua orang suka dengan chat panjang yang kaya postingan blog. Mungkin beberapa orang akan males liat begitu banyak tulisan. Atau mungkin beberapa orang emang ga peduli *ketawa kecil*
12.00 am, syahdu sendiri di kamar, di rumah, di tempat yang dingin, dengan perahu kertasnya maudy ayunda, dengan laptop, dengan internet, dengan selimut, bantal, dan helaan napas.
Cuma ga habis pikir aja, ketika nerima respon yang bikin alis naik sebelah.
"ga baca semua"
"ga semua yang kamu pikirkan bisa kamu share"
atau
"tadi malem udah tidur"
Gitu sih intinya, detailnya udah lupa.
Lalu, tinggal dilupain, ganti topik, udah. Simple.
Sepele, iya. Padahal dalem kalo dipikir, kalo ga dipikir, yaudah *haha* Setuju, ga bisa ngejudge hanya dari situ. Ga adil, right? Protes? Silakan. Lebay? Silakan judge sesuka hati, boleh :)
Tapi terimakasih, sudah tau jadinya. Pernah ga nafsu makan? Dikasih makanan enak, tapi ga selera. Padahal makanan favorit, tapi ga nafsu mau masukinnya ke mulut. Nah, iya kaya gitu persis, rasanya. Ga nafsu, ga selera, malez, yaudahin, ckptw, ok.
Ckptw kalo room itu bukan room untuk cerita ngeshare-ngeshare hal-hal yang receh abis dan ga penting dan ga menarik. Ckptw kalo yaudah sih yaudah aja. Mati satu tumbuh seribu. Ga guna stay di antara orang-orang yang ga ngehargain lo. Mending lo minggir, nepi, bumi masih luas. Daripada lo kagol sendiri, mending save energy lo buat ngejar mimpi lo. But, thanks for the awesome seconds :)
I can smile :) it's ok :)
Ibarat baju, semakin bertumbuh baju bakal kekecilan dan ga nyaman. Bukan salah bajunya, cuman pertumbuhannya aja yang mengharuskan untuk pergi ke toko, cari baju lain yang lebih fit to the body. It's normal. Need not to worry.
Temen SMA, berlima. Sekarang berenam. Bulan-bulan kemarin asik. Lebih dari enam bulan yang lalu malah asik banget. Sampe diposting how much I happy to have them as my bestie. Sering banget cerita ke mereka. Tentang apa aja. How I feel, how I think, my dream, my idea, my experience, my daily, my bad, my good, everything, almost.
Layaknya peribahasa, "panas setahun dihapus hujan sehari" atau "karena nila setitik, rusak susu sebelanga"
Kejadiannya sore hari. Mungkin sekitar seminggu yang lalu. Lagi berada pada situasi yang nggak banget. Bingung mau ngapain. Semua orang tertunduk ke layar HP, gatau mereka buka apa. Gatau kenapa mereka seakan ga ada bosennya liat video-video di IG. Ga ngerti. Rasanya kaya mau kesurupan. Bingung mau ngapain, bingung mau ngomong apa. Akhirnya ikutan liat hape. Ngechat grup temen SMA. Saking gabutnya, ngetik semua yang ada di pikiran, ngetik semua yang dirasain, ngetik-ngetik nggak jelas. Andai mereka cuman ngeread, gapapa. Andai mereka cuman bales singkat, I'm okay. Mereka bales stiker doang, I don't give a shit about that.
Gatau kita baru temenan berapa lama. Mungkin ga semua orang suka dengan chat panjang yang kaya postingan blog. Mungkin beberapa orang akan males liat begitu banyak tulisan. Atau mungkin beberapa orang emang ga peduli *ketawa kecil*
12.00 am, syahdu sendiri di kamar, di rumah, di tempat yang dingin, dengan perahu kertasnya maudy ayunda, dengan laptop, dengan internet, dengan selimut, bantal, dan helaan napas.
Cuma ga habis pikir aja, ketika nerima respon yang bikin alis naik sebelah.
"ga baca semua"
"ga semua yang kamu pikirkan bisa kamu share"
atau
"tadi malem udah tidur"
Gitu sih intinya, detailnya udah lupa.
Lalu, tinggal dilupain, ganti topik, udah. Simple.
Sepele, iya. Padahal dalem kalo dipikir, kalo ga dipikir, yaudah *haha* Setuju, ga bisa ngejudge hanya dari situ. Ga adil, right? Protes? Silakan. Lebay? Silakan judge sesuka hati, boleh :)
Tapi terimakasih, sudah tau jadinya. Pernah ga nafsu makan? Dikasih makanan enak, tapi ga selera. Padahal makanan favorit, tapi ga nafsu mau masukinnya ke mulut. Nah, iya kaya gitu persis, rasanya. Ga nafsu, ga selera, malez, yaudahin, ckptw, ok.
Ckptw kalo room itu bukan room untuk cerita ngeshare-ngeshare hal-hal yang receh abis dan ga penting dan ga menarik. Ckptw kalo yaudah sih yaudah aja. Mati satu tumbuh seribu. Ga guna stay di antara orang-orang yang ga ngehargain lo. Mending lo minggir, nepi, bumi masih luas. Daripada lo kagol sendiri, mending save energy lo buat ngejar mimpi lo. But, thanks for the awesome seconds :)
I can smile :) it's ok :)
Ibarat baju, semakin bertumbuh baju bakal kekecilan dan ga nyaman. Bukan salah bajunya, cuman pertumbuhannya aja yang mengharuskan untuk pergi ke toko, cari baju lain yang lebih fit to the body. It's normal. Need not to worry.
Komentar