Idul Fitri 1441 H

Memaafkan, memaklumi, memahami, mengerti, mengikhlaskan, meng-yaudah-kan, mem-biarin aja-kan, meng-yaudah deh gapapa-kan. Menghela napas. Mengiyakan. Adalah definisi memaafkan bagi yang masih kesulitan memahami cara memaafkan (?)

Memaklumi dan menerima. Sempurna itu tidak ada. Kalau memang nyatanya seperti ini yasudah tak apa, terima dulu aja. Kalau memang dikasihnya sekarang begini ya mau bagaimana lagi, bisa apa? Terima aja dulu, tidak apa. Pahami dan maklumi, keadaan kadang suka nggak sesuai tapi mau bagaimana coba? Terima. Belajar terima dulu apa yang sudah diberi. Namanya pemberian, emang bisa request? Suka-suka yang memberi dong, ya kan? 

Kalau sudah bisa terima, baru deh bisa rela, ikhlas, nggak apa-apa, oke, lalu bersyukur. Setuju. Terima kasih atas apa yang telah diberi. Damai loh rasanya. 

Manusia sempurna itu tidak ada. Tidak ada sama sekali. Sama sekali tidak ada. Tidak ada manusia yang sempurna. Definisi kesempurnaan hanya milik Pencipta. 

Sangat wajar dan normal, lumrah, umum, mainstream kalau manusia punya hal baik dan hal kurang baik di dalam dirinya. Pada saat kamu bukan kebaikan, kamu juga bukan keburukan. Tau kata-kata siapa itu? 

Wajar dan normal kalau manusia punya cacat dalam dirinya. Wajar dan normal kalau manusia punya aib yang ingin dia sembunyikan, yang tidak ingin dia umbar-umbar. Wajar dan normal kalau manusia punya kekurangan. Wajar dan normal kalau manusia punya hal bagus dan hal kurang bagus sekaligus. Wajar dan normal kalau manusia punya hal oke dan hal kurang oke dalam dirinya sekaligus, dalam satu waktu. Karena apa? Karena sempurna itu nggak ada. Lalu? Terima semuanya. Teriimaa semuanyaaaa. Semuanyaaa. Kedua sisi itu sekaligus. Sebelum bisa terima sisi bagus dan kurang bagus dari orang lain, aku rasa penting bagi kita untuk bisa terima dua sisi dalam diri kita sendiri itu dulu. Mungkin ini yang disebut dengan "berdamai dengan diri sendiri". 

Terima, akui, sadari sepenuhnya... diriku ini isinya nggak cuma hal2 yang bagus aja loh. Ada juga hal2 kurang bagus kurang oke yang ada dalam diriku dan hidupku yang akan tetap melekat dan nggak bisa diubah. Diri ini nggak hanya berisi hal yang kusuka aja, diri ini juga berisi hal2 yang kurang kusuka. Tapi ia tetap akan lekat dalam diri. Njuk kepiye? Ya meh piye lagi kalau nggak diterima? Terima aja sist. Gakpapa, its okay. Tidak sempurna itu bukan dosa. Its okay, kamu nggak salah. Itu bukan kesalahan. Itu juga bukan dosa. 

Sisi itu juga yang membentuk dirimu menjadi wujud yang utuh. Yo ra?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali