5 Hal yang Kamu Rasakan Jika Menjadi Penanggung Jawab Keuangan
Menjadi bendahara, anggota dana usaha, ataupun penanggung jawab (PJ) yang berkaitan dengan uang pasti pernah membuatmu merasakan hal-hal di bawah ini. Entah itu PJ dalam lingkup kelompok, kelas, ataupun sebuah organisasi.
1. Pusing
Sudah jelas dan tidak perlu ditanya lagi. Memegang uang dalam jumlah besar dan itu uangnya uang orang pasti bikin hatimu ketar ketir. Mau pergi kepikiran, takut uangnya ilang. Mau ngapa ngapain selalu dibayang bayangi uang, uang, dan uang. Kadang mengingat jumlah nominal yang harus kamu pegang pun bisa bikin ngga nafsu makan.
2. Jumlah asli ngga sama dengan catetan
Masalah lumrah bendahara ini mah. Akibat pencatatan yang kurang teliti bisa jadi waktu dilakukan pengecekan dan penghitungan ulang, ternyata jumlah di catatan tidak sama dengan jumlah uang pada realitanya. Bisa lebih banyak, atau yang bikin susah kalo lebih sedikit. Kalo sampai yang kedua yang terjadi, dijamin kamu bakal ngerasain hal no. 1 pada tingkatan yang lebih akut.
3. Menjadi seorang pemburu nota
Nota merupakan hal sakral bagi PJ uang. Karena nota merupakan sebuah bukti autentik yang menjadi alasan perginya uang. Ini uang larinya ke mana aja, kadang dengan laporan saja tidak cukup. Jadi, musti disertai nota biar lebih greget dan meyakinkan.
4. Jadi rentenir (kadang)
Nggak jarang, bendahara menjadi PJ untuk menariki uang kepada teman temannya. Karena kalau ada acara mesti uangnya dikumpulin ke bendahara. Dan bendahara terpaksa buat nagih. Nagihin uang ini susah susah gampang. Ada orang yang nurut nurut aja tapi ada juga orang yang susyehnya ampun deh buat ditagihin. Adaa aja alasannya buat ngeles bayar. Nggak jarang kita terpaksa menjelma jadi sosok yang sejenis dengan rentenir. Tapi percayalah, jauh di dalam hati ini semua demi tugas.
5. (Kayak) dikejar debt collector
Seorang bendahara kerja macam itu tentu saja nggak independen. Ada sosok di atas posisinya yang memegang kendali. Dan biasanya bendahara hanya melaksakan tugas aja. Dan dia bertanggung jawab sepenuhnya kepada orang dengan tingkatan di atasnya. Terkadang orang ini sebut saja ODTA (orang dengan tingkatan di atasnya) itu mendesak bendahara untuk segera menutaskan tugasnya. ODTA ini kadang juga ada yang semi Hitler gitu. Kejam. Nggak peduli gimana kejamnya dunia perbendaharaan, pokonya tanggal segini semua kudu clear. Jadi, bendahara teh ngejar ngejar iya, dikejar kejar juga lebih iya lagi.
Jika seandainya kita baper, ada banget loh perasaan perasaan dongkol, bete,capek, males, bodo amat, kesel, sedih, merasa bersalah, nggak tegaan, kasian, kecewa .. *stop!* jangan diterusin nanti baper.
Hufffttt..
Komentar