Hearing Dekanat
Sharing hasil hearing dekanat
26/11/2015 @kptu
Berhubung tadi datengnya telat, jadi cuman dapet separo. Jadi gini:
1. Berdasarkan pemaparan ibu Nuryani terkait link-link dan kerja sama fakultas, fakultas ternyata :
- Katanya tahun depan rencananya akan mengadakan program untuk mendidik mahasiswa menjadi pengusaha dan program ini termasuk investasi kampus di bidang SDM karena fakultas akan mengundang alumni" yg udah sukses membangun perusahaannya, dan program ini akan dilaksanakan selama 8 minggu dg pesertanya 40 orang mahasiswa yg bener" pingin belajar jadi pengusaha, nanti juga bakal ada tour" ke perusahaan gitu, katanya sih begitu. Katanya.
- Katanya akan diadakan kelas keprofesionalan besar seperti yang tanggal 16 kemarin (mungkin)
- Katanya fakultas menjalin kerja sama dg perusahaan kelapa sawit dan kementrian pertanian (di sini really aku pingin nanya dan udah ngangkat tangan seriusan: "Bu, kok kerjasamanya di lingkup pertanian dan perkebunan melulu ya? Mengingat fakultas pertanian ugm ini masih menaungi jurusan perikanan, apakah fakultas juga menjalin kerja sama dg KKP ataupun perusahaan terkait?" Tapi sayangnya belom dapet kesempatan karena yg nanya juga banyak dan mungkin saya kurang gercep)
2. Pak Jamhari, di sini lebih menyampaikan sarjana dari fakultas itu prospeknya bisa jadi apa aja : birokrat, peneliti, dosen, wirausaha
Oya, beliau menyarankan kalau kita berniat jadi birokrat jangan jadi birokrat di kabupaten" aja, tapi langsung bidik kementrian di jakarta saja. Mengapa demikian? Karena di sanalah para penentu kebijakan berada. Kita, sebagai mahasiswa ugm, harusnya yg menentukan berbagai kebijakan di pusat sana. Karena, sebagai mahasiswa kita sudah memenuhi kualifikasi yg baik. Inilah mengapa, banyak persoalan di Indonesia yg tak kunjung usai. Salah satu penyebabnya adalah para pemangku kebijakannya sekarang kebanyakan bukan dari kita. Sori, ga bermaksud rasis tapi emang bener kalo lulusan ugm ini rasa-rasanya agak kurang percaya akan potensi dirinya sendiri.
3. Terkait inhal praktikum. Sudah menjadi rahasia umum bahwa praktikum rasanya lebih berat dan lebih sulit daripada kuliah, termasuk perihal perijinannya. Di sini lagi-lagi katanya, fakultas akan berusaha mempermudah ijin terkait inhal praktikum bagi mahasiswa yang ada kepentingan lomba maupun delegasi selama itu terkait akademik dan bawa nama kampus. Katanya.
4. Kalo mau ambil makul di fakultas lain gimana caranya?
Bilang ke akademik pas KRSan nanti bakal dibikinin surat pengantar. Tapi kalo ternyata peminatnya banyak misal lebih dari 20, bakal dibukain kelas di fakultas dan didatengin dosen dari luar.
5. Jika ada dosen yang dinilai kurang berkompeten, ngajarnya nggak enak, atau dosen" yang 'sulit' kita harus gimana?
Boleh kok protes. Caranya bikin surat tertuju ke pak Rudi. Tulis itu dosen namanya siapa, ngajar makul apa, nggak usah kasih nama pengirim, katanya biar kitanya nggak diceng. Katanya.
6. Katanya, perpus fakultas bakal dibuka sampe malem. Dan mereka berencana mencari penjaga buat jagain sampe malem. Mahasiswa juga boleh ngelamar di situ, katanya
7. Tentang transparansi UKT, yang ini jujur agak ribet karena kanan kiri saya pas itu pada ribut jadi gagal fokus. Untuk lebih jelasnya masalah UKT bisa konsultasi sama anak advokasi.
Sebenarnya hearing dekanat diadakan sebagai tempat kita mengeluh dan dekanat akan menjawab. Walaupun sangat disayangkan yang datang tidak banyak. Tapi semoga dengan tulisan ini yang nggak datang jadi tau dan nggak ketinggalan info. Untuk hearing dekanat ke depannya, silakan datang saja dan sampaikan keluh kesah anda. Kalau tidak bisa datang, boleh loh titip pertanyaan. Sebagai mahasiswa sudah seharusnya kita kritis dan tidak ho'oh ho'oh saja dengan apa pun kebijakan petinggi kampus. Mari kita lihat bersama-sama segala tindak lanjut dari 'katanya-katanya' mereka. Karena kata salah satu menteri BEM KM, mahasiswa ini tugasnya bukan bikin kajian yang tebelnya ampun ampun. Kalo dibandingkan dg timnya presiden dan menteri" apalagi akademisi jelas kita kalah pinter dan kalah kekuasaan. Tapi di sini tugas kita adalah teriak. Teriak kalo ada yg salah, kalo ada yg merugikan. Teriak, ingetin mereka. Didenger nggak didenger yang penting teriak. Teriak, protes kalo ada yg salah dan merugikan. Akhirnya, bila dirasa bermanfaat silakan dishare. Terimakasih. Selamat malam, selamat istirahat.
:)
Komentar