Anak SD Belum Butuh Smartphone

Jangankan anak SD, bayi satu tahun saja anteng kalau sudah pegang smartphone. Asyik sendiri bermain game yang ada gambar lucu dan suara-suara unyunya. Sekarang sudah jadi pemandangan lumrah bocah-bocah berseragam merah putih sibuk sendiri di depan gerbang sekolahnya bermain smartphone sambil menunggu jemputan. Era teknologi, semua berkelit. Mereka bocah mungil dengan lihainya mengetik pesan via BBM, Line, WhatsApp lalu cekrek sana sini dan mengunggahnya di Path atau Instagram. Belum lagi bocah-bocah kruci yang sudah gaya-gayaan main Askfm. Pusing pala belbi lihatnya.

Nanti sampai di rumah mereka betah berlama-lama duduk di kursi main game. Tapi ada satu hal yang luar biasa menjengkelkan. Mereka, krucil-krucil ini gaya-gayaan hobi banget masang password aneh-aneh di smartphonenya. Entah bentuk pola atau kombinasi huruf angka. Lantas, pada suatu hari yang sial mereka lupa dengan pola yang mereka buat sendiri. Dan ketika batas trialnya habis, si smartphone meminta mereka memasukkan email dan password yang dipakain pada waktu set up. Dan naasnya mereka lupa. Bila sudah begini, biasanya mereka akan merengek pada orang tuanya. Dan bila mereka punya kakak yang dirasa cukup paham, kakaknya ini yang jadi korban suruh ngakalin smartphone itu biar terbuka. Super duper nyebelin!

Sebenarnya ini adalah curahan hati seorang kakak dengan adik yang kelewat rese dan hobinya neko-neko mainin hapenya.

-___________-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali