Bad Dream
Entah kenapa mimpi yang jelek kembali harus aku lihat sebelum bangun. Padahal malam ini aku tidak begadang, tidak memaksa melek sampai dini hari, tidak. Aku tidur sebelum lewat tengah malam. Iya, aku ingat sekali. Bagaimana aku menulis postingan terakhirku kemarin lalu aku memeluk guling gendut dan meletakkan kepala begitu saja di kasur. Tak lama aku menarik dua buah bantal. Satu untuk mengganja kepala, satunya lagi untuk jagain biar tidak nggulndung (akunya). Lalu aku ingat gimana rasanya melayang-layang lalu aku mulai tidak ingat lagi, tertidur.
Aku juga tidak ingat kronologis mimpi nyebelin itu gimana awalnya. Yang jelas itu di kelas, lalu ada tugas. Lalu praktikum di lab, dan selesai itu ada laporan yang harua digarap. Hari berganti. Lalu pada H min satu aku ada kegiatan sampai malem dan pulang-pulang aku mampir ke warung soto daging. Di situ ketemu Salma, Fantria, sama mvak Rima. Malam sudah cukup larut, mungkin pukul setengah sebelas. Lalu aku pesan makan yabg ternyata sydah habis. Mmm sebentar, apa mungkin itu warung sotonya pak Ateng? Entahlah. Kami berempat pulang. Aku pusing, seperti biasa. Belum ngerjain tugas, belum bikin laporan, badan sudah capek, dan malam sudah larut. Aku tanya Salma dan Fantria, mereka sudah selesai. Mereka memgerjakannya tadi sore. Ah, tambah sebel. Aku coba chat temen yang lain, tidak ada balasan. Hmm, nyebelin. Selalu deh gini. Lalu aku pun berjalan ke kosan dengan perasaan bete. Dan belum sampai kosan aku sudah bangun.
Mimpinya ngeselin. Sudah tiga kali ini dalam waktu dekat mimpi aku jelek-jelek. Apa aku lupa baca doa sebelum tidur? Hmm. Apa karena tidak ada yang ngucapin, "have a nice dream" makanya jadi gini. Tapi kabar baiknya adalah habis solat subuh aku nggak balik lagi ke kasur, narik selimut terus merem sampai matahari tinggi. Aku nggak ngantuk loh. Iyalah tidur dari jam sebelas, biasanya aja jam satu lebih baru merem. Dan laper. Iya sih, habis makan dua porsi kemarin sore aku nggak makan lagi malemnya. Wajar lah sekarang laper banget. Mau ke dapur ah, cari makanan. Terus dibawa ke depan tivi. Btw ini tanggal merah po? Kok kayaknya adekku santai banget nggak buru-buru ke sekolah. Hmmm.
Aku juga tidak ingat kronologis mimpi nyebelin itu gimana awalnya. Yang jelas itu di kelas, lalu ada tugas. Lalu praktikum di lab, dan selesai itu ada laporan yang harua digarap. Hari berganti. Lalu pada H min satu aku ada kegiatan sampai malem dan pulang-pulang aku mampir ke warung soto daging. Di situ ketemu Salma, Fantria, sama mvak Rima. Malam sudah cukup larut, mungkin pukul setengah sebelas. Lalu aku pesan makan yabg ternyata sydah habis. Mmm sebentar, apa mungkin itu warung sotonya pak Ateng? Entahlah. Kami berempat pulang. Aku pusing, seperti biasa. Belum ngerjain tugas, belum bikin laporan, badan sudah capek, dan malam sudah larut. Aku tanya Salma dan Fantria, mereka sudah selesai. Mereka memgerjakannya tadi sore. Ah, tambah sebel. Aku coba chat temen yang lain, tidak ada balasan. Hmm, nyebelin. Selalu deh gini. Lalu aku pun berjalan ke kosan dengan perasaan bete. Dan belum sampai kosan aku sudah bangun.
Mimpinya ngeselin. Sudah tiga kali ini dalam waktu dekat mimpi aku jelek-jelek. Apa aku lupa baca doa sebelum tidur? Hmm. Apa karena tidak ada yang ngucapin, "have a nice dream" makanya jadi gini. Tapi kabar baiknya adalah habis solat subuh aku nggak balik lagi ke kasur, narik selimut terus merem sampai matahari tinggi. Aku nggak ngantuk loh. Iyalah tidur dari jam sebelas, biasanya aja jam satu lebih baru merem. Dan laper. Iya sih, habis makan dua porsi kemarin sore aku nggak makan lagi malemnya. Wajar lah sekarang laper banget. Mau ke dapur ah, cari makanan. Terus dibawa ke depan tivi. Btw ini tanggal merah po? Kok kayaknya adekku santai banget nggak buru-buru ke sekolah. Hmmm.
Komentar