Layar Kaca

Demi apapun ya, nontonin beruang kutub berburu jauh lebih menyenangkan daripada nonton artis A lagi rekaman mana pake siaran eksklusif segala terus dikasih efek-efek lebay gitu. Apalagi entar ada perseteruan artis B sama suaminya yang begini lah, begitu lah. Ganti chanel lagi ada si artis C manggung pake baju ada tulisan arabnya langsung dikecam. Haduuh, gitu banget po ya dunia hiburan tanah air kita tercinta.

Berita politik juga nggak kalah membosankan. Tiga stasiun tv menayangkan siaran yang sama: seorang bapak X memberikan saksi di pengadilan ini terkait kasus itu. Kalau enggak ya bahasannya soal ormas oranye yang katanya aliran sesat itu. Wkwkwk.. pingin cari siaran menghibur malah stress sendiri. Entah sejak kapan televisi menjelma menjadi benda berisi tayangan yang bikin audience malah jadi stress sendiri.

Padahal hidup ini sudah penuh dengan tekanan eaak. Aku gagal paham deh, apa motovasi stasiun-stasiun tv itu ngasih kita tayangan macam kehidupan glamour artis-artis gitu. Lalu sekalipun bikin sinema yang isinya cerita eh ceritanya panjang nggak karuan, nyaris tabpa akhir. Dan pemerannya buanyaak. Ini mereka ni pada ngikutin selera pasar apa gimana sih. Kalopun emang ngikutin selera pasar apa iya kayak gini banget.

Sometimes, I really don't care gitu loh dengan siapalah itu yang mereka gadang-gadang di berita. Mau dia dipenjara bodoo amat. Mau dia cerai juga bodoo amaat. Mau dia liburan di eropa naik balon udara terserah, nggak peduli. Sebagai entertain yang hakikatnya penghibur itu mbok ya jalankan perannya menghibur masyarakat kek. Hibur kita, bikin kita ketawa, jangan bikin kita ngikut stress dengan tingkah kalian yang ewh banget gitu.

Kalian itu lho mbok ya saddaar. Kalian itu dikejar-kejar kamera. Sekalipun kalian juga manusia biasa seperti kami mbok ya perilaku itu dijaga. Mata kami berhak mendapat tayangan yang baik. Dan untuk pada pengusaha di bidang pertelevisian, kami berhak atas tayangan yang tidak merusak otak kami. Kami tidak berhak menjadi lebih bodoh atas tayangan-tayangan bapak. Huft.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali