Melankoli TPI

Sebelumnya mohon maaf, jika ini akan menjadi sangat receh. Laporan TPI (Teknik Penangkapan Ikan) bukan menjadi hal yang begitu menakutkan. Kuberitahu sebenarnya ini hal yang mudah. Hanya bermodal koneksi internet, buku kuliah TPI yang tebal itu, dan sedikit semangat mengetik, oiya tentu saja teman-teman yang selalu online, aku yakin pekerjaan ini bisa selesai dengan tidakk terlalu lama. Bukankah sudah kuliah selama dua setengah tahun, tentu saja laporan bukan lagi hal baru. Lagi pula, bukankah sudah menjadi konsekuensi dari adanya praktikum maka muncullah laporan. Dan bukankah juga sebuah konsekuensi dari anak agro bahwa praktikum adalah salah satu sks wajib. Mungkin kamu mau tau apa saja yang harus kuketik dalam laporan ini.

BAB I PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Penjelasan terkait teknik penangkapan ikan
Penjelasan alat tangkap gillnet
Alasan kegiatan praktikum di waduk sermo kaitkan dengan sejarah penangkapan waduk sermo

2.Tujuan

2.1Mengetahui spesifikasi alat tangkap,
2.2Mengetahui teknik penangkapan ikan.
2.3Mengetahui komposisi hasil tangkapan

3.Manfaat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1.Perikanan Tangkap
2.Penelitian perikanan tangkap gillnet 
3.Kelebihan dan kekurangan gillnet
4.Penelitian mengenai komposisi hasil tangkapan di Waduk Sermo (Minimal 2)

BAB III METODE

1.Lokasi dan Waktu 
2.Alat dan Bahan
3.Prinsip kerja GPS dan Prinsip pengoperasian gillnet 
4.Metode pengumpulan data 
   Survei dan observasi
5.Analisis data

BAB IV KEADAAN UMUM DAERAH

1.Keadaan wilayah Waduk Sermo
2.Sarana Prasarana Waduk Sermo

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
1.Deskripsi pengoperasian alat tangkap gillnet

Bentuk umum
Komponen alat tangkap
Teknik pengoperasian gillnet dimulai dari penentuan titik penangkapan menggunakan GPS.

2.Hasil tangkapan

komposisi hasil tangkapan
-Klasifikasi ikan hasil tangkapan dan deskripsi singkat padat serta jelas.
-diagram komposisi hasil tangkapan 
-penjelasan diagram mengenai jenis ikan yang tertangkap, komposisi hasil tangkapan yang didapat (%), hasil tangkapan paling banyak, paling sedikit disertai alasan.
Ukuran ikan
Table panjang berat ikan hasil tangkapan per jenis ikan masing-masing kelompok
Contoh Table panjang-berat ikan red devil (nama ilmiah)
No. Panjang (cm) Berat (gram)
1. ........            .........
Dst.
-Pembahasan tabel dicantumkan kenapa dilakukan pengukuran panjang berat secara sampling 20% 
-Ukuran ikan yang paling banyak tertangkap pada setiap jenisnya

3.Hubungan konstruksi alat tangkap dengan hasil tangkapan (Bandingkan teori dengan lapangan)

4.Hubungan Fishing ground dengan jumlah hasil tangkapan (Bandingkan antar kelompok)

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

See, mudah bukan sebenarnya? Tinggal gugling, baca, ketik, dan selesai. Kamu tahu kapan deadlinenya? Besok jam 12 siang. Seharusnya jam 12 malam ini, dan aku tidak tahu. Aku baru tahu saat tadi sore tidak sengaja melihat multiple chat laporan. Namun, salah satu temanku berhasil melobby asisten untuk memundurkan jadwal pengumpulan laporan. Kemarin, kuliah temanku sudah mencari bahan untuk laporan ini di perpustakaan. Tadi pagi juga salah satu temanku memintaku memfotokan catatan dan mengirimkan foto alat tangkapan. 

Kamu tahu apa yang terjadi seharian? Aku bangun hampir dhuhur dan duduk manis di kursi panjang sambil baca blog anak FIB yang tahun lalu KKN di pulau Obi. Aku membaca catatan KKN-nya sampai selesai. Bahkan aku juga membaca tulisan-tulisannya yang lain. Aku hanya sesekali melihat HP. Palingan hanya membalas beberapa chat saja. Kau tahu? Hari ini benar-benar dingin. Aku tidak makan seharian. Aku hanya makan apa yang ada di rumah. Aku makan keripik oleh-olehnya Mayang, aku makan keripik pedas, aku makan keripik teri. Kemarin malam bahkan aku menyeduh mie instant. Aku tidak mencuci piring, tidak mencuci baju, tidak pula membuang sampah dan bersih-bersih rumah. 

Masih ada waktu lebih dari dua belas jam untuk menyelesaikan laporan ini. Dan inipun baru laporan sementara yang dikumpulkan ke asisten laporan. Aku adalah seorang deadliners. Kemarin Jumat aku ada responsi pengolahan data. Kamu tahu apa yang aku lakukan malam harinya? Aku asyik ngeblog walaupun pada akhirnya tidak jadi karena keyboardku eror. Lalu aku bermain HP, aku lupa apa saja yang kubuka. Pada akhirnya aku tidur pukul sebelas sampai pukul tujuh pagi dan belum belajar. Teman-temanku yang lain rajin sekali. 

Aku punya teman yang rumahnya tidak jauh dari sini. Dia satu prodi denganku, dan dia perempuan. Dia memang terkenal rajin dan dengar-dengar dia pernah meraih IP sebesar 4.00. Di kelas, dia rajin mencatat dan dia memperhatikan dosen dengan seksama. Dia selalu mengerjakan tugas dengan baik. Kamis malam dia minta aku mengajarinya belajar untuk responsi hari Jumat, dia bahkan memberiku catatan yang mungkin akan berguna. Beberapa jam kemudian dia bertanya lagi kepadaku tentang materi responsi padahal aku belum juga mulai belajar. Alhasil aku ketiduran sampai pagi. 

Di kampus, aku belajar selama kurang lebih setengah jam sebelum responsi dan alhamdulillah gw bisa walaupun hipotesis gw kebalik. Dan untuk ujian teori juga gw lancar-lancar aja. Oops gw lupa kan gw lagi pake aku kamu. Hari itu adalah hari mengumpulkan tugas agama untuk mereview sebuah konferensi yang kuhadiri tanggal 18 November. Aku mencatat beberapa isi konferensi dan aku mulai bekerja pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB dan akhirnya kukirim tugas itu sebelum pukul 12 malam. Aku menyelesaikan tugas itu sesuai perintah. Dikumpulkan maksimal tanggal 2 Desember dan panjang tulisan +/- 1500 kata. Aku menuliskan 1500 lebih sedikit. Kurasa aku punya pola pikir yang cukup buruk. Bukannya berpikir jika bisa diselesaikan sekarang kenapa harus nanti-nanti, tapi aku justru berpikir sebaliknya. Jika aku bisa menyelesaikannya nanti-nanti dan tetap bisa selesai walaupun mustahil sempurna (karena aku berkeyakinan bahwa kesempurnaan hanyalah milik Allah semata), mengapa aku harus terburu-buru menyelesaikannya dari sekarang. Aku yakin ini tidak baik. Tapi, aku sendiri pun juga tidak tahu mengapa aku berpegang teguh pada pola pikir semacam ini. Aku yakin pola pikir semacam ini bukan pola pikir yang diharapkan oleh bos-bos perusahaan besar. Mana ada orang yang mau mempekerjakan orang semacam itu. 

Akhir-akhir ini sifat malas semakin meracuni pikiranku. Aku sering berpikir, jika dengan upaya x aku sudah dapat sampai ke tujuan (dengan ketepatan mungkin tidak 100% tapi sedikit meleset tapi tetap mendekati 100%), mengapa pula aku harus melakukan upaya 2x, 3x, 4x, atau lebih besar lagi? Semoga aku tidak menjadi orang yang takabur dan menggampangkan apalagi menyepelekan sesuatu. Akan tetapi, ketika kamu telah melewati umur 20 kamu akan tahu bahwa hidup tidak sesederhana pergi sekolah, mengerjakan PR, dan bermain sepeda. Urusanmu lebih banya. Urusan itu mencakup urusan-urusan yang bisa dilihat dan tidak bisa dilihat. Beberapa urusan hanya bisa diselesaikan dengan memikirkannya, memikirkannya, dan terus memikirkannya sampai ketemu solusinya. Beberapa urusan menyangkut perasaan dan emosi yang kadang penyelesaiannya sangat rumit. Beberapa kali kamu harus berdamai dengan dirimu sendiri, bukan berdamai dengan temanmu karena berebut mainan. Ya, selamat datang di kehidupan dewasamu dan beginilah. Jadi, terkadang kamu butuh waktu lebih untuk menyelesaikan urusan-urusanmu yang tidak berwujud dan tidak bisa dilihat oleh mata itu. 

Omong-omong, aku sudah mulai mengantuk. Sepertinya sudah saatnya aku pindah ke kasur dan mulai mengerjakan laporan TPI hingga aku tertidur. Sepertinya teman-temanku sudah mengerjakannya dan aku cukup tertinggal jauh. Tapi tak apa, seberapa jauh pun aku tertinggal akan kukejar juga. Kurasa sudah cukup upayaku mengumpulkan niat dan semangat menyelesaikan laporanku ini. Tapi, yang terpenting aku harus sholat dulu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali