Amunisi Liburan

Seperti menemukan surga. Hatiku bersorak gembira tatkala menemukan sebuah website dimana aku bisa mengunduh novel-novel fiksi secara gratis dan lengkap. Jujur aku sangat berterimakasih kepada penggagas situs ini. Aku seperti menemukan duniaku yang telah terkubur lama. Laksana menemukan puing-puing panggung tempatku berlaga. Aku benar-benar bersyukur.

Tanpa berlama-lama akupun memainkan keenam jariku di atas keyboard dan juga memainkan touchpad demi menjelajahi situs tersebut. Dan aku semakin bahagia ketika menemukan banyak karya-karya penulis ternama yang bisa aku unduh dengan mudah di situ. Alangkah indahnya hidup ini. Seketika aku terlempar dalam balutan masa kecil. Dimana aku biasa membenamkan diri dalam buku, buku, dan buku. Hingga aku seperti kutu yang menggerogoti lembar demi lembar kertasnya. 

Aku sudah mengunduh banyak novel fiksi sebagai bekal libur panjang nanti. Aku sudah menyiapkannya dari sekarang. Aku merasa itu semua lebih dari cukup sebagai teman liburan. Sekarang aku sudah terlalu besar untuk merengek minta jalan-jalan. Harusnya aku bisa menentukan kesenanganku sendiri. Lagipula aku sudah terlalu lelah sepanjang satu semester bekerja bagai kuli. Aku butuh istirahat panjang untuk membayar semua letih itu. Dan istirahat selama liburan itu juga nantinya akan menjadi bahan bakar lagi untuk perang selama satu semester ke depan.

Bagaimanapun juga, membaca buku fiksi menjadi kesenangan tersendiri bagiku. Apapun yang orang katakan tentang hobi jadulku ini, membaca, toh aku sangat senang melakoninya. Sekalipun terkesan cupu, nggak keren, nggak asik, mainstream, membosankan, tapi asliii aku benar-benar menikmatinya. Aku menikmati setiap sapuan mataku membaca kata demi kata dalam baris-baris kalimat dan merangkai gambaran cerita dengan berkanvas imajinasi. Aku menciptakan dunia fantasiku sendiri yang bebas, lepas, tanpa batas, dan tanpa sekat.

Tidak ada yang salah dengan hobi. Hobi teman-temanku menonton pun tidak salah sama sekali. Begitu juga dengan hobi membacaku. Kalau boleh jujur, bukan keahlianku duduk termangu di depan laptop menonton film atau drama selama berjam-jam. Bukan passionku juga terpaku menghayati seni peran yang terbingkai apik dalam rumah produksi. Sekalipun dunia menyuguhiku dengan ribuan film beresolusi tinggi buatan animator-animator hebat, semua itu tetap tak bisa mengalahkan dunia fantasi yang kuracik sendiri dengan bekal deretan kata yang membentuk barisan monoton dalam bentuk yang begitu cupu, buku.

Aku sangat senang karena tak perlu merogoh kocek setiap bulannya, menyisihkan uang jajan, demi membeli sebuah buku bacaan. Kini aku dapat mengunduhnya gratis. wkwkwkwk... Dan aku bisa hanyut dalam dunia fantasi dan menenggelamkan diri ke dalam sisi melankolisku yang tanpa sekat. Aku bebas dari rutinitas, dari dunia nyata, dari tugas dan kewajiban. Hanya menatap berderet kata dan bioskop dalam kepalaku segera terputar. Sesederhana itu kebahagiaanku. Apalagi jika ditambah bantal empuk dan camilan ringan. Dijamin aku bakal betah.

Omong-omong aku sedang membaca novel karya Dee yang berjudul "Perahu Kertas". Iya, aku tahu itu novel sudah lama. Tapi, jujur saja aku belum pernah membacanya. Aku pernah menonton filmnya, berulang kali. Tapi aku belum pernah membaca novel aslinya. Seorang teman SMA pernah terlihat menenteng-nenteng novel itu. Tapi saat itu aku enggan meminjamnya karena kupikir isinya akan mirip dengan teenlit. Tapi sore tadi aku mengunduh ebooknya dan baru kubaca seperempatnya, beberapa kali aku dibuat terpingkal oleh kelakuan Kugy dan kejujuran Keenan. Begitu juga dengan kekonyolan Eko. Ternyata cerita aslinya cukup berbeda dengan filmnya. Walau intinya tetap sama, tapi ada bagian-bagian yang tidak ditayangkan dalam filmnya. Di situlah kenikmatan membaca. Ada setangkup kebahagiaan setiap kali aku mampu menambah satu goresan baru dalam kanvas imajinasiku. Dan setangkup kebahagiaan itu berpendar nyata di dalam dadaku dan menyebar ke seluruh penjuru tubuhku. Aku merasakan kesenangan yang sangat jujur dan sederhana.

Dari situ aku memperoleh asupan energi untuk berjuang lagi di minggu depan. Ada secercah semangat yang menjadi bahan bakarku untuk bertugas kembali. Setangkup kebahagiaan itu mampu merekahkan kepercayaanku terhadap diriku sendiri. Sebuah kepercayaan bahwa aku pasti mampu mengerjakan semua tugas dan tanggung jawabku. Mengoreksi hasil ujian, mengerjakan tugas presentasi, memasukkan nilai, membuat rekapan keuangan, menghadiri rapat-rapat, responsi, belajar, menyiapkan ujian, dan menyambut gayung tanggung jawabku yang baru. Yaa, semoga aku selalu terberkati dan semua ini menjadi ladang amal bagiku. Aamiin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali