Bola Hijau
Ada sebongkah bola yang mengganjal di ulu hati. Bola itu fana kok. Perlahan terdengar bunyi "krek" seperti telur ayam yang pecah cangkangnya. Bola itu pecah guys, cairan hijau keluar dan menjalar mbleber tumpah keluar dari tempatnya stay. Ada yang menjalar naik ke kepala. Menulikan telinga. Membutakan mata. Sebagian mandeg di kerongkongan. Memaksa tersenyum dengan setitik kristal jatuh dari pelupuk mata. Terpaksa meringis. Asap hijau memenuhi ruang pikir. Beruntung tidak ada bau busuk.
2005
Pertama kali aku menuliskan hal semacam blog ini di media yang berbeda. Bukan untuk siapa-siapa. Hanya untuk konsumsi pribadi. Menciptakan bacaan untuk diri sendiri untuk dibaca di masa depan yang belum jelas kapan. Hal itu berlanjut terus hingga aku tidak bisa lagi mengingat sudah berapa liter tinta pulpen habis untuk hal itu. Motivasinya sederhana. Mengeluarkan bola hijau dari ulu hati. Mengurai benang kusut. Membuang beban. Sudah, itu saja. Tidak lebih, tidak kurang.
2009
Rentetan kata mulai terangkai membentuk cerita. Cerita-cerita yang mengantarkanku ke tempat baru. Membawaku pada pengalaman baru. Dan juga memberiku hadiah.
2010
Mulai menjamah media semacam ini. Berlanjut terus hingga kini dengan beberapa kali pergantian wadah. Dan mulai menyukainya.
Kok ngeselin sih? Ngebetein eh. Rese ih.
Sederhananya
Kalau dasarnya nggak suka ya sudah toh nggak usah dibaca. Udah sih gitu aja. Aku nulis juga bukan buat bikin semua orang suka. Atau bikin semua orang seneng. Karena itu mustahil. Aku menulis untuk mengabadikan moment yang nggak bisa ditangkap kamera. Aku menulis untuk membekukan kejadian yang nggak bisa direkam kamera. Kejadian berharga yang nggak ingin sia-sia lewat begitu saja. Kejadian yang bisa jadi pelajaran. Karena sejatinya aku sedang belajar. Belajar untuk jadi dewasa dan meninggalkan masa-masa labil. Aku sedang berproses dan ini caraku untuk belajar memaknai kehidupan. Memaknai kejadian demi kejadian. Walaupun nggak seharusnya aku protes karena memang itu resikonya. Haha.. tolol sih memang. Ah, sudahlah. Sia-sia hidup ini jika hanya menanggapi orang-orang negatif yang hanya menularkan aura negatif. Sudah ya, bye.
Komentar