Pekan Sidang

Mungkin sidang bisa dimasukkan ke dalam daftar hobi baruku. Entah kapan tanggal pasnnya aku lupa. Hmm, tidak jadi lupa. Bahkan aku ingat harinya. Minggu, 6 Desember 2015. Bukan sidang sih tepatnya, namanya musyawarah besar (mubes). Hari itu, aku hadir di acara mubes HMJ-ku. Mubes itu berlangsung tiga hari. Hari kedua aku datang walau menyusul, dan hari ketiga mohon maaf ada magnet yang lebih kuat menarikku ke tempat lain.

Lepas mubes, hari libur nasional akibat pilkada tidak bermakna libur sesungguhnya buatku. Pagi hari, sudah ada agenda rapat 'terakhir' K3. Rapat inipun 11-12 dengan sidang. Karena pada prinsipnya yaa menyidangi para PH (pengurus harian). Terkait keputusan KPRM (Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa) beberapa waktu yang lalu, para PH itu juga menyidangi aku sebagai bekal untuk menjadi dirjen yang lebih baik.

Malam hari, rapat bersama calon-calon dirjen terpilih. Rapat yang diawali dengan perkenalan yang cukup emosional, mungkin baper lebih cocok, pun berujung dengan 'penyerangan' salah satu calon atas kedirjenan yang ingin aku ampu satu tahun ke depan. Dan, perseteruan itu belum berujung kepastian.

Keesokan harinya, kami hendak melanjutkan diskusi yang sempat tertunda akibat warung makannya keburu tutup. Sore hari, di tempat dan jam yang telah disepakati, aku menunggu. Aku menunggu teman-temanku datang, dan aku ditemani semangkok mie ayam dan segelas lemon tea. Aku sudah cukup menjones dinaungi suara petir dan gelapnya senja. Tak lama kemudian, teman-teman datang.

Bukannya meneruskan diskusi, kami malah cabut ke kampus karena tersiar kabar adanya sidang terbuka soal gugatan terhadap KPRM. Sidang itu berlangsung cukup lama di ruang sidang sungguhan. Sebagai komponen sidang aku berusaha mengikuti sidang dengan baik. Hingga waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB sidang terpaksa dihentikan karena waktu peminjaman ruang sudah habis dan kampus mau ditutup karena sudah malam.

Akupun mampir sebentar untuk makan malam bersama Nadiyah dan mbak Ifa. Lalu malamnya aku diantar pulang sampai kos oleh mbak Ifa. Sesampainya di bangunan ini, aku tidak langsung masuk ke kamar melainkan mampir lagi ke kamarnya Salma. Benar saja. Aku sudah menduga jika dua teman sejurusanku sedang belajar untuk responsi rancob (perancangan percobaan) esok hari. Aku yang masih nol besar tidak paham apapun yang mereka bicarakan.

Aku berinisiatif mencari bantuan dari teman-temanku yang lainnya untuk megirimi soft file yang bisa dijadikan bahan belajar. Dan diantara sekian banyak orang yang aku kirimi chat, Dityo paling gercep mengirimi soft filenya. Alhamdulillah, aku bisa mengerjakan soal rensponsi rancob. Tidak berhenti di rancob. Ada lagi yang memusingkanku minggu ini. Aver. Nilai-nilai yang harus diinput, laporan-laporan yang harus dinilai, serta nama-nama yang nilainya masih kosong, semua itu ternyata lumayan menguras pikiran dan energiku. Siang ini aku membereskan rekapan keuangan yang alhamdulillah sudah selesai.

Hari ini, sebenarnya sidang gugatan untuk KPRM masih berlanjut. Awalnya sidang akan digelar pukul dua siang. Namun, terkait masalah peminjaman ruang sidang diundur pukul setengah lima. Aku tidak hadir karena terjebak hujan. Berdasarkan info dari komponen sidang yang hadir pun sidang diundur lagi entah apa sebabnya. Hingga detik ini aku belum mendapat kabar terbaru terkait perkembangan sidang.

Yaa, aku dan bukan hanya aku tapi kami semua berharap, akan keluar keputusan terbaik atas apa yang terjadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Lolos Beasiswa International Summer Course di Nagoya University

Mengikuti Tes Psikologi dan Wawancara Psikolog Toyota Astra Finance (TAF) Service

Kompleksnya Manajemen Sumber Daya Perairan di Selat Bali