Pilih Mana
Hambar..
Alay deh. Baru tiga hari jadi 'pengangguran' rasanya sudah tidak betah. Aku nggak bisa kalau belajar terus. Aku nggak bisa kalau disuruh mantengin materi terus. Seharian baca buku pelajaran. Menghafal materi, apalagi materi ujian. Berkutat di dalam kamar, sama buku pelajaran. Honestly, it's boring. Nggak bisa. Di kamar sendirian. Berteman buku pelajaran. Nggak ngapa-ngapain, but belajar. Nggak kuat. Lambaikan tangan. Nyerah bang.
Nggak bisa bayangin jika tiap hari seperti ini. Tiap pagi bangun pagi. Siap-siap kuliah. Di kelas duduk manis. Dengarkan dosen mengajar, catat yang penting. Ganti mata kuliah, pindah kelas. Moving. Pindah gedung. Duduk manis lagi. Dengarkan dosen mengajar lagi. Lalu siang hari, pulang ke kos. Buka catatan tadi pagi, dibaca. Sampai berulang-ulang. Sampai hafal. Begitu seharian. Mengerjakan tugas jika ada. Kerjakan sebaik mungkin. Kerahkan seluruh kemapuan. Malam hari, selepas makan malam duduk manis di meja belajar. Belajar. Baca catatan. Baca materi. Baca slide dosen. Baca jurnal. Baca e-book. Baca buku pelajaran. Lalu tidur. Pagi lagi. Bangun lagi.
Jika ada praktikum, malam sebelumnya belajar buat pretest. Hafalkan semua materi praktikum. Besoknya, praktikum. Pretest dapat 100. Selesai praktikum laporan langsung digarap. Lalu belajar lagi buat praktikum besoknya. Oh my.. bunuh saja aku .-.
Bagaimana jika...
Bangun pagi (eee agak ragu), cek hape, notif bertebaran. Pergi kuliah pagi-pagi, nyanyi-nyanyi sepanjang jalan, tidak lupa beli sarapan. Sampai di kelas. Dosen masuk. Perhatikan gayanya. Perhatikan caranya ngajar. Perhatikan gayanya bicara. Perhatikan bahasa tubuhnya. Perhatikan intonasinya. Perhatikan arah tatapannya. Dengarkan nada bicaranya. Dengarkan intonasinya. Bertanya setiap ada kesempatan. Bertanya jika masih bingung. Bertanya jika kurang paham. Bertanya, bertanya, menjawab, diskusi, catat yang penting-penting.
Siang hari jadwal kuliah habis. Makan siang tidak bertele-tele. Segera habiskan nasi dan angkat kaki dari warung makan. Buru-buru naik tangga mengejar waktu. Siap-siap bantu asisten persiapkan lab. Belajar jadi asisten. Ngasistenin. Bikin soal pretest. Sampaikan materi ke praktikan. Belajar berpublic speaking. Sore hari, bergegas turun tangga. Kumpul-kumpul di selasar. Rapat kepanitiaan. Sampai magrib. Sampai hari gelap. Pulang ke kos. Kerjakan laporan. Tak boleh lebih dari tiga jam. Sebab masih ada tugas lainnya. Cek hape, buat agenda, janjian dengan ini, jam segini, di sini, hari ini, bahas ini, lalalalalala... malam hari, tidur, pagi hari bangun lagi.
Lain hari bukannya berlibur, kumpul organisasi. Rapat ini, bahas ini. Sok sibuk. Padahal haha hihi.. ketawa ketiwi. Tapi suka. Lain hari lagi, dapat project ini. Dikejar deadline ini. Harus menemui mas mbak ini. Tanggal segini ini harus selesai. Padahal ada acara ini juga. Dan pusing pala belbi, belum lagi tanggungan ini belum selesai. Lihat cucian numpuk, kamar berantakan, perut lapar, oh my...
Lari ke sana, lari ke sini. Harus datang ini. Acara ini tidak boleh dilewatkan. Besok harus sudah ada progress ini. Bla bla bla.. bicara di telepon, "Oke, oke ini sedang jalan ke sana." Balas chat sip sip sebentar lagi siap. Makan pun tak bisa lama. Apalagi mandi. Pulang jam segini, jam segini pergi lagi. Mandi ala kadarnya. Pakai baju cepat. Tapi penampilan dituntut kece. Oh my...
Tapi, jujur saja.. Ilustrasi yang kedua lebih hidup rasanya. Ya oke, itu semua tergantung orangnya. Dan jujur saja aku lebih menikmati yang kedua. Lebih hidup!
Tapi kembali lagi, hidup (masih) adalah pilihan. Beda orang, beda pilihan. Dan tidak ada yang benar-benar betul ataupun benar-benar salah. Semua masalah pilihan.
Komentar